Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juli 2025 | 06.02 WIB

Menguak Luka Emosional: 8 Alasan Mengapa Sebagian Anak Diam-Diam Membenci Orang Tuanya Sendiri

Ilustrasi penyebab utama mengapa sebagian anak menyimpan rasa sakit mendalam terhadap orang tuanya sendiri. (Freepik) - Image

Ilustrasi penyebab utama mengapa sebagian anak menyimpan rasa sakit mendalam terhadap orang tuanya sendiri. (Freepik)

JawaPos.Com - Tidak semua luka meninggalkan bekas yang terlihat. Banyak anak tumbuh dewasa dengan senyum di wajah, pencapaian yang membanggakan, dan hubungan sosial yang tampak harmonis. 

Namun, jauh di dalam hati, tersimpan rasa kecewa, marah, bahkan benci kepada sosok yang seharusnya menjadi pelindung: orang tua mereka sendiri. 

Rasa itu tidak selalu meledak secara gamblang. Kadang muncul dalam bentuk ketidakhadiran, ketegangan tanpa kata, atau hubungan yang dingin dan menjauh. 

Di balik perasaan tersebut, ada luka-luka lama yang tak kunjung sembuh. 

Dilansir dari Geediting, inilah delapan penyebab utama mengapa sebagian anak menyimpan rasa sakit mendalam terhadap orang tuanya sendiri.

Bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk memahami, menerima, dan perlahan menyembuhkan.

1. Luka Lama dari Masa Kecil yang Tak Pernah Tuntas

Banyak konflik batin yang dialami anak berakar dari pengalaman masa kecil yang belum pernah dibicarakan secara terbuka. 

Entah itu rasa diabaikan, dimarahi berlebihan, atau bahkan dibandingkan terus-menerus dengan saudara lain, luka-luka kecil ini bisa terakumulasi menjadi trauma. 

Mereka mungkin tidak ingat setiap kejadian secara rinci, namun tubuh dan hati menyimpan memori emosionalnya. 

Ketika dewasa, perasaan itu berubah menjadi jarak emosional atau bahkan penolakan terhadap sosok orang tua

Anak yang tidak diberi ruang untuk memproses rasa sakit ini akhirnya memilih untuk diam, namun diamnya membawa beban yang berat.

2. Ketakutan akan Mengulangi Pola Buruk dalam Keluarga

Beberapa anak dewasa merasa takut akan satu hal: menjadi seperti orang tuanya. 

Jika masa kecil mereka dipenuhi dengan kekerasan verbal, manipulasi, atau pengabaian emosional, mereka hidup dengan ketakutan bahwa pola itu akan kembali terulang pada pasangan atau anak-anak mereka nanti. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore