Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 20.25 WIB

Waspadai 10 Pola Komunikasi Beracun dalam Hubungan, Bisa Jadi Tanda Bahaya Buat Anda dan Pasangan

Ilustrasi- Hubungan toxic dengan pasangan red flags. (Freepik) - Image

Ilustrasi- Hubungan toxic dengan pasangan red flags. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam setiap hubungan, konflik dan pertengkaran tentu bisa terjadi. Namun, ketika komunikasi berubah menjadi pola yang merusak secara emosional, hubungan yang tadinya dibangun atas dasar cinta bisa berubah menjadi ladang luka batin. 

Beberapa pasangan secara tidak sadar terjebak dalam cara berkomunikasi yang penuh celaan, manipulasi, dan ketidakjujuran yang justru membuat hubungan makin jauh dari kata sehat.

Ada banyak cara buruk yang kerap muncul saat hubungan berada dalam kondisi tidak sehat. Pola komunikasi negatif ini bukan hanya memicu pertengkaran, tetapi juga bisa menghancurkan rasa percaya, mengikis harga diri, dan bahkan menimbulkan trauma psikologis. 

Berikut adalah 10 pola komunikasi beracun yang sering muncul ketika pasangan berada di titik terburuk dalam hubungan mereka, seperti dirangkum dari yourtango.com.

1. Merendahkan Secara Langsung

Ucapan yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan pasangan, seperti memanggil dengan sebutan "bodoh" atau "gagal total", bisa menghancurkan rasa percaya diri seseorang. Kritik yang terus-menerus akan membuat pasangan merasa tidak berharga dan penuh keraguan terhadap dirinya sendiri.

2. Menyerang Titik Lemah Pasangan

Menggunakan kerentanan atau ketakutan pasangan sebagai bahan serangan dalam konflik adalah bentuk manipulasi yang menyakitkan.

Misalnya, menyebut pasangan "terlalu cemburuan seperti yang dikatakan mantannya dulu”. Hal ini bisa merusak kepercayaan dan membuat pasangan enggan terbuka lagi.

3. Berbohong dengan Sengaja

Ketidakjujuran dalam hubungan, apalagi yang dilakukan secara sadar, akan menghancurkan fondasi kepercayaan.

Saat kebohongan terungkap, pasangan yang dibohongi bisa merasa dikhianati, marah, dan tidak aman dalam menjalin hubungan.

4. Pesan Pasif-Agresif

Mengatakan “Aku baik-baik saja” dengan nada dingin atau sikap marah yang ditutupi, merupakan bentuk komunikasi pasif-agresif yang berbahaya. Gaya ini justru memperburuk konflik karena pesan yang disampaikan tidak sejalan dengan emosi sebenarnya.

5. Gaslighting

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore