Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 21.49 WIB

Jika Seseorang Pandai Berbasa-Basi, Mereka Mungkin Melakukan 8 Hal Ini Secara Alami Menurut Psikologi

seseorang yang pandai berbasa-basi (Freepik/dragonimages) - Image

seseorang yang pandai berbasa-basi (Freepik/dragonimages)


JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial sehari-hari, keterampilan berbasa-basi seringkali dianggap remeh, namun sejatinya merupakan salah satu kemampuan sosial yang penting dan bernilai tinggi. 
 
Orang yang pandai berbasa-basi biasanya mampu mencairkan suasana, membangun koneksi awal dengan mudah, dan membuka pintu menuju interaksi yang lebih dalam. 
 
Menurut psikologi, ada sejumlah perilaku khas yang biasanya dilakukan secara alami oleh orang-orang yang mahir dalam berbasa-basi, bahkan tanpa mereka sadari.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (8/7), terdapat 8 hal yang kemungkinan besar dilakukan secara alami oleh seseorang yang pandai berbasa-basi menurut sudut pandang psikologi:

1. Membaca Bahasa Tubuh dan Situasi Secara Cepat

Orang yang pandai berbasa-basi cenderung memiliki kepekaan tinggi terhadap sinyal sosial nonverbal. 
 
Mereka bisa secara cepat membaca ekspresi wajah, postur tubuh, atau suasana hati seseorang, lalu menyesuaikan nada dan isi pembicaraan. 
 
Psikologi menyebut kemampuan ini sebagai bentuk dari social attunement, yakni penyesuaian perilaku yang terjadi secara otomatis demi menciptakan koneksi yang harmonis.

2. Menggunakan Topik Umum sebagai Jembatan Emosi

Mereka cenderung memulai percakapan dengan topik-topik ringan seperti cuaca, makanan, atau berita populer. 
 
Meskipun terdengar klise, menurut psikologi, topik-topik ini adalah emotional primers—pemicu awal emosi netral atau positif yang membantu membangun rasa nyaman sebelum melangkah ke topik yang lebih dalam atau pribadi.

3. Menghindari Kesunyian Canggung dengan Refleks Sosial

Orang yang mahir berbasa-basi biasanya tidak membiarkan percakapan terhenti terlalu lama. 
 
Mereka memiliki semacam “refleks sosial” untuk segera mengisi kekosongan dengan humor ringan, pertanyaan kecil, atau komentar spontan.
 
Menurut penelitian psikologi sosial, mereka cenderung mengalami discomfort intolerance terhadap keheningan dalam konteks sosial dan mengatasinya dengan respons verbal yang cepat.

4. Memberi Perhatian Penuh pada Lawan Bicara

Secara naluriah, mereka tampak benar-benar hadir dalam percakapan, menggunakan kontak mata, anggukan kecil, dan ekspresi wajah yang sinkron. 
 
Hal ini menciptakan perasaan dihargai dan diakui pada lawan bicara.
 
Psikologi mengenalnya sebagai active listening cue, yaitu sinyal-sinyal nonverbal yang menunjukkan keterlibatan mental dan emosional dalam interaksi.

5. Mampu Menyesuaikan Gaya Bicara Sesuai Audiens

Seseorang yang pandai berbasa-basi juga cenderung punya flexible communication style. 
 
Mereka bisa berbicara formal dengan atasan, bersenda gurau dengan rekan sebaya, atau berbicara santai dengan orang baru. 
 
Menurut psikologi komunikasi, ini mencerminkan high social adaptability, yaitu kemampuan untuk menyesuaikan pendekatan komunikasi demi membangun relasi yang sesuai dengan konteks sosial.

6. Menunjukkan Minat Secara Otentik Meski Sementara

Mereka sering kali terdengar benar-benar tertarik dengan cerita orang lain, meski mungkin hanya berlangsung beberapa menit. 
 
Bukan karena berpura-pura, melainkan karena mereka memiliki situational empathy, yaitu bentuk empati sesaat yang muncul dalam interaksi sosial untuk menciptakan koneksi emosional yang hangat. Ini juga membuat orang merasa diperhatikan dan lebih terbuka.

7. Mengingat Detail Kecil untuk Digunakan di Percakapan Berikutnya

Orang yang pandai berbasa-basi biasanya mengingat hal-hal kecil seperti nama, pekerjaan, atau hobi orang lain. 
 
Hal ini membantu mereka membangun kesinambungan dalam hubungan sosial. 
 
Psikologi menyebutnya sebagai relational recall, yaitu kecenderungan untuk menyimpan informasi sosial sebagai modal untuk membangun keakraban di masa depan.

8. Menyisipkan Humor Ringan sebagai Pelumas Percakapan

Tanpa berusaha terlalu keras, mereka mampu menyisipkan humor ringan, sarkasme halus, atau lelucon singkat yang tidak menyinggung.
 
Humor ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk membentuk kedekatan emosional. 
 
Menurut psikologi sosial, kemampuan ini menunjukkan affiliative humor style, gaya humor yang digunakan untuk mempererat hubungan antarpersonal.

Penutup: Basa-Basi Bukan Sekadar Omong Kosong

Meskipun sering dianggap remeh, berbasa-basi bukanlah aktivitas kosong tanpa makna. 
 
Justru, di dalamnya terdapat struktur sosial dan psikologis yang kompleks. 
 
Orang yang pandai berbasa-basi adalah mereka yang mampu menciptakan kenyamanan emosional bagi orang lain, menjembatani perbedaan sosial, dan membangun kepercayaan dalam waktu singkat.

Dalam dunia yang serba cepat dan cenderung individualistis saat ini, keterampilan berbasa-basi bukan hanya alat komunikasi—ia adalah jembatan menuju hubungan manusia yang lebih hangat, empatik, dan bermakna.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore