
8 Perilaku Orang Berusia 50 Tahun ke Atas Sering Salah Memahami Generasi Muda
JawaPos.com - Istilah seperti “generasi sekarang,” “anak muda zaman kini,” atau “oke, boomer” memang mudah dipakai. Tapi kenyataannya, sebagian besar gesekan antargenerasi bukan disebabkan oleh niat buruk melainkan kesalahpahaman.
Setiap kali tim lintas usia berkumpul dalam satu ruangan, biasanya bukan perbedaan nilai yang jadi masalah utama, melainkan prasangka lama yang belum diperbarui.
Berikut sembilan titik buta yang sering membuat generasi lebih tua salah paham terhadap generasi muda, seperti dilansir dari VegOut.
Saat membaca, cobalah bertanya: Apakah ada asumsi lama yang tanpa sadar masih kamu pegang?
1. “Mereka terpaku pada ponsel dan kehilangan kehidupan nyata.”
Ya, Gen Z memang menggulir layar lebih sering dibanding generasi mana pun dalam sejarah.
Tapi bagi mereka, ponsel bukan tembok yang mengurung melainkan jendela ke dunia: tempat persahabatan terjalin, aktivisme tumbuh, dan pekerjaan dijalankan.
Dari luar, aktivitas itu terlihat pasif. Tapi di baliknya ada kolaborasi, kreativitas, dan hubungan sosial real-time yang tak selalu dimengerti generasi sebelumnya. Ponsel bukan sekadar hiburan, melainkan infrastruktur hidup.
2. “Mereka sering gonta-ganti kerja, artinya tak setia.”
Dulu, bertahan 10 tahun di satu perusahaan adalah bukti loyalitas dan cara meraih pensiun. Sekarang? Lanskap kerjanya berubah total.
Anak muda berpindah kerja bukan karena bosan, tapi karena ingin berkembang, memperluas skill, dan mengejar gaji yang selaras dengan kenyataan ekonomi.
Seperti yang pernah dikatakan psikolog organisasi Adam Grant, lonjakan resign massal bukan hanya soal lokasi kerja, tapi pencarian makna dan relevansi pekerjaan. Bagi generasi sekarang, loncat karier bukan pengkhianatan melainkan adaptasi.
3. “Mereka minta promosi tapi belum ‘membayar iuran.’”
Yang tampak seperti sikap manja sering kali berakar pada data. Generasi muda tahu berapa gaji rekan sejawat karena transparansi digital—Glassdoor, forum karier, hingga TikTok membuka diskusi yang dulu tabu.
Mereka tak menuntut semata-mata karena ingin melainkan menuntut karena tahu. Jika kamu tahu kolega dengan tugas sama digaji 20% lebih tinggi, bukankah kamu juga akan bertanya?

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
