
Ilustrasi seseorang kesulitan melepas barang pribadi.
JawaPos.com – Pernahkah kamu merasa berat hati membuang barang, bahkan yang sudah rusak atau tidak terpakai selama bertahun-tahun.
Banyak dari kita menghadapi dilema ketika harus membuang barang, bahkan yang sudah tak diperlukan.
Ini bukan sekadar soal malas, tapi akumulasi alasan psikologis yang membentuk kebiasaan menahan barang. Mungkin kamu bukan satu-satunya.
Dalam dunia psikologi, fenomena ini dikenal sebagai emotional hoarding, kebiasaan menyimpan barang karena ikatan emosional, bukan karena fungsi.
Sejumlah alasan umum ini dirinci secara menarik dan kamu bisa menemukan dirimu dalam salah satunya.
1. Bagaimana kalau saya membutuhkannya nanti?
Kecemasan akan kekurangan di masa depan membuat seseorang menyimpan segala sesuatu, bahkan barang tak penting.
Menurut Frontiers in Psychology pada 2024, ini adalah bentuk perlindungan mental bagi mereka yang pernah mengalami krisis ekonomi atau hidup dalam ketidakpastian.
2. Nanti nilainya bisa naik
Pola pikir kolektor ini kerap dijadikan pembenaran. Nyatanya, hanya sebagian kecil barang yang benar-benar naik nilai.
3. Masih enak untuk dimakan kok
Ini sering dipicu oleh trauma kemiskinan atau krisis pangan masa kecil. Perilaku ini adalah refleksi dari rasa bersalah atas makanan yang terbuang.
4.Kalau tidak disimpan, nanti cuma jadi sampah
Sebagian orang merasa menyumbang atau menyimpan lebih baik ketimbang membuang, tumpukan itu justru menambah beban mental.
Padahal, ada banyak komunitas freecycle atau donasi yang bisa menyalurkan barang bekas ke tangan yang tepat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
