Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Juni 2025 | 03.08 WIB

Orang Tua Wajib Tahu! Ini 10 Perilaku yang Perlu Dihindari agar Ikatan dengan Anak Tetap Terjaga

ilustrasi interaksi hangat antara orang tua dan anak dewasa, simbol kedekatan keluarga./Freepik - Image

ilustrasi interaksi hangat antara orang tua dan anak dewasa, simbol kedekatan keluarga./Freepik

JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak adalah ikatan istimewa yang terus berkembang sepanjang hidup.

Namun, menjaga kedekatan ini seiring bertambahnya usia anak membutuhkan upaya nyata. Terkadang, kita sebagai orang tua tanpa sadar melakukan kebiasaan yang justru bisa merenggangkan hubungan tersebut.

Mempertahankan ikatan kuat dengan anak dewasa memerlukan kesadaran dan niat. Melansir dari Geediting.com Minggu (29/6), berikut adalah sepuluh perilaku yang secara perlahan dapat merusak koneksi, serta apa yang seharusnya dilakukan untuk memperbaikinya. Mengenali perilaku ini penting demi keharmonisan keluarga.

Berikut adalah sepuluh perilaku yang harus dihindari untuk menjaga ikatan dengan anak:

Memberi Nasihat Sebelum Mendengarkan

Kita seringkali berniat baik saat anak dewasa berbagi hal sensitif. Namun, jika naluri pertama adalah langsung memberi solusi, mereka merasa tidak didengar melainkan diatur. Biasakan bertanya apakah mereka ingin masukan atau hanya ingin didengarkan.

Membuat Anak Merasa Bersalah Karena Tumbuh Dewasa

Saat anak mulai menghabiskan liburan di tempat lain atau jarang menelepon, mudah tergoda mengucapkan kalimat bernada penyesalan. Komentar bernada rasa bersalah ini tidak akan mendekatkan mereka. Itu hanya membuat hubungan terasa seperti sebuah tugas yang membebani.

Memperlakukan Anak Seperti Masih Kecil

Sangat sulit mengubah pandangan ini saat anak sudah dewasa dan mandiri. Meskipun anak sudah menjalankan hidupnya sendiri, orang tua terkadang masih memberi nasihat yang tidak relevan. Perlakukan anak dewasa dengan hormat agar mereka ingin terus melibatkan kita.

Hanya Muncul Saat Ada Masalah

Jika panggilan atau pesan singkat orang tua hanya datang saat ada masalah, jangan heran anak kurang antusias merespons. Menjadi orang tua berarti hadir secara konsisten di kehidupan mereka. Rayakan momen baik dan kirim pesan sekadar untuk menunjukkan perhatian.

Terus Mengungkit Kesalahan Masa Lalu

Ketika anak melakukan kesalahan, mereka pasti sudah mengetahuinya sendiri. Mereka tidak perlu diingatkan lima tahun kemudian tentang kegagalan tersebut. Mengungkit kesalahan lama hanya menunjukkan orang tua masih menyimpan dendam atau hitungan.

Mencampuri Cara Mereka Mendidik Anak

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore