Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 20.26 WIB

Tidur Berlebihan Bisa Lebih Buruk Dibanding Kurang Tidur bagi Kesehatan Tubuh

Ilustrasi seseorang yang masih terlelap di tempat tidur saat cahaya matahari sudah masuk, menandakan tidur berlebihan./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang masih terlelap di tempat tidur saat cahaya matahari sudah masuk, menandakan tidur berlebihan./Freepik

JawaPos.com - Tidur merupakan pilar vital bagi kesehatan optimal manusia. Kualitas dan kuantitas tidur memengaruhi segalanya, mulai dari suasana hati hingga fungsi kognitif. Namun, ada kesalahpahaman umum bahwa tidur lebih banyak selalu lebih baik.

Faktanya, terlalu banyak tidur justru bisa sama buruknya, bahkan lebih merugikan daripada kurang tidur.

Melansir dari Geediting.com Jumat (27/6), batas sehat tidur perlu diperhatikan secara cermat. Mengetahui batas ini sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Berikut adalah beberapa dampak negatif dari tidur berlebihan bagi kesehatan

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung 

Tidur berlebihan dapat membebani jantung secara signifikan. Studi menunjukkan bahwa tidur lebih dari delapan jam per malam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Ini termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. 

2. Pemicu Sakit Kepala Kroni 

Orang yang tidur terlalu lama, terutama saat akhir pekan, sering mengalami sakit kepala. Perubahan pola tidur dapat memengaruhi neurotransmiter di otak. Hal ini memicu migrain atau sakit kepala tegang.

3. Memperburuk Kesehatan Mental

Terlalu banyak tidur bisa menjadi indikator depresi atau kecemasan yang mendasari. Over-tidur juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental yang sudah ada. Ini menciptakan lingkaran setan yang sulit dipecahkan. 

4. Menurunkan Fungsi Kognitif

Meskipun tidur penting untuk fungsi otak, tidur berlebihan dapat memiliki efek sebaliknya. Tidur terlalu lama bisa menyebabkan kabut otak dan kesulitan berkonsentrasi. Ini mengganggu memori jangka pendek. 

5. Risiko Diabetes Lebih Tinggi

Penelitian menemukan hubungan kuat antara tidur berlebihan dan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Pola tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi sensitivitas insulin. Ini memperburuk kontrol gula darah dalam tubuh

6. Pertambahan Berat Badan

Tidur terlalu banyak seringkali berarti kurangnya aktivitas fisik sepanjang hari. Kurangnya gerakan ini berkontribusi pada peningkatan berat badan. Ini juga meningkatkan risiko obesitas.

7. Peningkatan Peradangan dalam Tubuh

Tidur berlebihan dikaitkan dengan peningkatan tingkat penanda inflamasi dalam tubuh. Peradangan kronis adalah faktor risiko banyak penyakit. Ini termasuk kondisi autoimun dan penyakit degeneratif.

8. Risiko Kematian Dini

Studi jangka panjang telah menunjukkan bahwa orang yang tidur berlebihan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi. Risiko ini bahkan melebihi mereka yang kurang tidur. Ini menunjukkan pentingnya menemukan keseimbangan tidur yang tepat.

Penting untuk diingat bahwa kebutuhan tidur setiap individu bervariasi. Namun, umumnya, orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur setiap malam. Mengenali tanda-tanda tidur berlebihan sangat penting.

Jika Anda sering merasa lesu meskipun sudah tidur banyak, mungkin ini pertanda untuk mengevaluasi kembali kebiasaan tidur. Konsultasi dengan dokter bisa membantu memahami penyebabnya. Jangan abaikan pentingnya tidur yang seimbang untuk hidup sehat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore