
Ilustrasi seseorang yang masih terlelap di tempat tidur saat cahaya matahari sudah masuk, menandakan tidur berlebihan./Freepik
JawaPos.com - Tidur merupakan pilar vital bagi kesehatan optimal manusia. Kualitas dan kuantitas tidur memengaruhi segalanya, mulai dari suasana hati hingga fungsi kognitif. Namun, ada kesalahpahaman umum bahwa tidur lebih banyak selalu lebih baik.
Faktanya, terlalu banyak tidur justru bisa sama buruknya, bahkan lebih merugikan daripada kurang tidur.
Melansir dari Geediting.com Jumat (27/6), batas sehat tidur perlu diperhatikan secara cermat. Mengetahui batas ini sangat penting untuk menjaga kesehatan.
Tidur berlebihan dapat membebani jantung secara signifikan. Studi menunjukkan bahwa tidur lebih dari delapan jam per malam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Ini termasuk penyakit jantung koroner dan stroke.
Orang yang tidur terlalu lama, terutama saat akhir pekan, sering mengalami sakit kepala. Perubahan pola tidur dapat memengaruhi neurotransmiter di otak. Hal ini memicu migrain atau sakit kepala tegang.
Terlalu banyak tidur bisa menjadi indikator depresi atau kecemasan yang mendasari. Over-tidur juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental yang sudah ada. Ini menciptakan lingkaran setan yang sulit dipecahkan.
Meskipun tidur penting untuk fungsi otak, tidur berlebihan dapat memiliki efek sebaliknya. Tidur terlalu lama bisa menyebabkan kabut otak dan kesulitan berkonsentrasi. Ini mengganggu memori jangka pendek.
Penelitian menemukan hubungan kuat antara tidur berlebihan dan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Pola tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi sensitivitas insulin. Ini memperburuk kontrol gula darah dalam tubuh.
Tidur terlalu banyak seringkali berarti kurangnya aktivitas fisik sepanjang hari. Kurangnya gerakan ini berkontribusi pada peningkatan berat badan. Ini juga meningkatkan risiko obesitas.
Tidur berlebihan dikaitkan dengan peningkatan tingkat penanda inflamasi dalam tubuh. Peradangan kronis adalah faktor risiko banyak penyakit. Ini termasuk kondisi autoimun dan penyakit degeneratif.
Studi jangka panjang telah menunjukkan bahwa orang yang tidur berlebihan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi. Risiko ini bahkan melebihi mereka yang kurang tidur. Ini menunjukkan pentingnya menemukan keseimbangan tidur yang tepat.
Penting untuk diingat bahwa kebutuhan tidur setiap individu bervariasi. Namun, umumnya, orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur setiap malam. Mengenali tanda-tanda tidur berlebihan sangat penting.
Jika Anda sering merasa lesu meskipun sudah tidur banyak, mungkin ini pertanda untuk mengevaluasi kembali kebiasaan tidur. Konsultasi dengan dokter bisa membantu memahami penyebabnya. Jangan abaikan pentingnya tidur yang seimbang untuk hidup sehat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
