
Seorang remaja berbaring di tempat tidur dengan tatapan kosong, menggambarkan perasaan kesepian yang kerap dialami generasi muda akibat kurang tidur. (Dok. Canva)
JawaPos.com - Masalah tidur seringkali dianggap sebagai persoalan yang remeh, terutama para remaja. Tak heran begadang menjadi hal yang sangat lumrah untuk dilakukan. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa gangguan tidur pada remaja bisa berujung pada rasa kesepian yang mendalam. Bukan hanya itu, ada dua jalur psikologis yang ternyata menjadi penghubung antara tidur yang terganggu dan rasa kesepian, yaitu ruminasi dan resiliensi.
Menurut laporan dari Applied Psychology: Health and Well-Being, peneliti menemukan bahwa remaja yang mengalami gangguan tidur cenderung lebih sering terjebak dalam pikiran negatif (ruminasi), serta memiliki daya tahan mental (resiliensi) yang lebih rendah. Kombinasi ini membuat mereka lebih rentan merasa kesepian, bahkan ketika dikelilingi banyak orang.
Dikutip dari PsyPost, penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Studi pertama melibatkan 883 siswa di Wuhan, Tiongkok, yang mengisi kuesioner mengenai kualitas tidur, ruminasi, resiliensi, dan rasa kesepian. Hasilnya, semakin buruk kualitas tidur seorang remaja, semakin besar pula kecenderungannya untuk mengalami ruminasi dan merasa kesepian. Menariknya, ruminasi juga tampak menurunkan tingkat resiliensi.
“Remaja yang terlalu sering memikirkan hal-hal negatif akan kesulitan untuk bangkit dari tekanan, dan ini memperkuat rasa kesepian yang mereka alami,” demikian penjelasan para peneliti dalam laporan tersebut.
Penelitian kedua dilakukan secara longitudinal selama 18 bulan pada 94 remaja. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah tidur di awal penelitian dapat memprediksi rasa kesepian di masa depan. Meski hubungan lengkap dari tidur → ruminasi → resiliensi → kesepian tidak terlalu kuat dalam jangka panjang, pola tersebut tetap menunjukkan pengaruh psikologis yang signifikan.
Untuk memperkuat hasil, studi ketiga dilakukan dalam rentang waktu tujuh minggu pada 242 remaja. Kali ini, hubungan antara gangguan tidur dan kesepian tampak lebih nyata. Sleep problem terbukti meningkatkan ruminasi, yang kemudian menurunkan resiliensi dan akhirnya memperparah kesepian. Jalur psikologis ini lebih terasa dalam jangka pendek, menunjukkan bahwa dampak gangguan tidur bisa langsung memengaruhi kondisi emosional seseorang.
Para peneliti menekankan bahwa masa remaja adalah periode krusial dalam perkembangan emosi dan sosial. Kurang tidur tak hanya memengaruhi konsentrasi atau suasana hati, tapi juga kemampuan remaja untuk menghadapi tekanan dan membangun koneksi sosial yang bermakna.
Meski begitu, studi ini memiliki keterbatasan. Karena hanya melibatkan responden dari Tiongkok dan dilakukan selama atau setelah pandemi COVID-19, efek isolasi sosial mungkin memperkuat hasil yang diperoleh. Selain itu, penelitian ini bersifat observasional, sehingga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara pasti.
Namun demikian, temuan ini membuka jalan bagi pendekatan baru dalam menjaga kesehatan mental remaja. Intervensi sederhana seperti memperbaiki kualitas tidur bisa menjadi langkah awal yang efektif untuk mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan ketahanan mental anak muda.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
