Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 04.58 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Sering Mengunggah Foto Selfie di Media Sosial Biasanya Menunjukkan 7 Ciri Kepribadian ini

Ilustrasi tujuh ciri kepribadian dari orang-orang yang sering mengunggah foto selfie di media sosial menurut psikologi. (Freepik) - Image

Ilustrasi tujuh ciri kepribadian dari orang-orang yang sering mengunggah foto selfie di media sosial menurut psikologi. (Freepik)

JawaPos.com - Ada korelasi yang menarik antara kebiasaan dan cara kita bermedia sosial dengan ciri kepribadian kita. Psikologi dapat menjelaskan hal ini. Salah satunya dengan kebiasaan swafoto atau selfie.

Meskipun sebagian orang menganggapnya sebagai tren yang tidak berbahaya, para psikologi menganggapnya sebagai pintu yang dapat mengungkapkan karakter seseorang. Mereka yang rutin mengunggah foto selfie di media sosial tidak hanya memamerkan pakaian terbaru atau tempat liburannya.

Mereka secara tidak sadar telah menunjukkan sifat-sifat tertentu. Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh ciri kepribadian dari orang-orang yang sering mengunggah foto selfie di media sosial menurut psikologi.

1. Butuh perhatian dan validasi eksternal

Bagi mereka yang sering memposting selfie, ekstensi virtual ini dapat menjadi platform untuk mencari perhatian dan validasi. Ini bukan sekadar memamerkan potongan rambut baru atau pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan dari tempat liburan terbaru.

Ini tentang mendapatkan like, komentar, dan share, yaitu tepukan virtual di punggung yang mengonfirmasi bahwa mereka dilihat dan dihargai. Kebutuhan akan validasi ini sangat manusiawi, dan psikologi telah lama mengakui pengaruhnya.

Sering memposting selfie hanyalah salah satu perwujudan keinginan universal untuk mendapatkan perhatian dan penegasan.

2. Keinginan untuk mengendalikan citra mereka

Menurut psikologi, pembentukan citra daring kita yang cermat ini sering kali bermula dari keinginan untuk mengendalikan. Kita ingin menampilkan diri kita dalam cahaya sebaik mungkin, dan selfie memberi kita kekuatan untuk melakukan hal itu.

Kita dapat mengendalikan pencahayaan, sudut, bahkan ekspresi yang kita kenakan. Ini adalah kesempatan untuk menampilkan sisi terbaik diri kita, atau setidaknya sisi yang ingin kita perlihatkan kepada orang lain.

Carl Jung, salah seorang psikolog paling berpengaruh di abad ke-20, pernah berkata, “Kita terus-menerus bertemu dengan diri kita sendiri dalam seribu penyamaran di jalan kehidupan.”

3. Ekspresi cinta diri

Dalam bidang psikologi, mencintai diri sendiri sering kali dipandang sebagai sifat yang sehat. Ini tentang menerima diri kita sendiri, dengan segala kekurangannya, dan merayakan identitas kita yang unik. Bagi sebagian orang, mengunggah foto selfie adalah salah satu cara untuk melakukannya.

Ini adalah pernyataan cinta diri yang jujur dan apa adanya, sebuah perayaan individualitas kita di dunia yang kerap menuntut kesesuaian. Memposting selfie dapat menjadi tindakan penerimaan diri, langkah pertama menuju pertumbuhan dan perubahan pribadi.

Mungkin ini bukan sekadar tentang mencari validasi atau mengendalikan citra, mungkin ini pernyataan berani tentang cinta dan penerimaan terhadap diri sendiri.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore