Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 00.40 WIB

Pria yang Tidak Bahagia dengan Hubungannya namun Terlalu Nyaman Untuk Pergi Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi pria yang tidak bahagia dalam pernikahannya. (Freepik) - Image

Ilustrasi pria yang tidak bahagia dalam pernikahannya. (Freepik)

JawaPos.com – Terkadang, seseorang bisa saja terjebak dalam sebuah ikatan hubungan romantis yang sebenarnya tidak lagi membawa kebahagiaan sejati dan rasa nyaman.

Kondisi sulit ini seringkali terjadi karena perasaan tidak nyaman untuk mengakhiri sesuatu yang sudah lama sekali terjalin dengan stabil dan aman.

Psikologi menjelaskan bahwa ada beberapa perilaku khas yang ditunjukkan pria ketika mereka merasa tidak bahagia namun merasa terlalu nyaman untuk pergi dari hubungan.

Kebiasaan ini seringkali menjadi sinyal penting serta tersembunyi mengenai kondisi batin mereka sesungguhnya yang tidak terungkap.

Dilansir dari Geediting.com Kamis (22/05), berikut beberapa perilaku yang bisa kita kenali dalam interaksi sehari-hari.

  1. Menarik diri secara emosional

Pria yang merasa tidak bahagia secara mendalam seringkali akan mulai menarik diri secara emosional dari pasangannya secara bertahap dan nyata.

Mereka mungkin tampak hadir secara fisik dalam ruang yang sama, namun secara mental serta emosional terasa jauh dan tidak terhubung dalam setiap percakapan.

  1. Menghabiskan lebih banyak waktu di luar

Mereka cenderung aktif mencari berbagai bentuk pelarian atau kesenangan di luar lingkungan rumah atau ikatan hubungan yang sedang dijalani bersama pasangan.

Waktu yang dihabiskan bersama teman, mengejar hobi pribadi, atau fokus pada pekerjaan pun jadi prioritas utama yang jauh mengungguli waktu berkualitas bersama pasangan.

  1. Kurang keintiman fisik dan emosional

Hubungan intim yang sebelumnya hangat, penuh gairah, dan bermakna bisa berkurang drastis atau bahkan terasa hambar serta tanpa adanya koneksi.

Keintiman emosional pun ikut menurun signifikan, di mana percakapan mendalam atau berbagi perasaan tulus sudah sangat jarang terjadi antar mereka.

  1. Lebih mudah tersinggung

Sikap serta aura mereka bisa berubah menjadi lebih sering mengeluh, mudah sekali tersinggung, atau menunjukkan suasana hati negatif yang terus-menerus terasa.

Hal-hal kecil atau remeh dalam rutinitas hubungan bisa memicu reaksi berlebihan yang tidak proporsional dan tidak biasa dari sebelumnya.

  1. Menghindari konflik dan percakapan serius

Mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari diskusi penting atau topik sensitif yang memerlukan penyelesaian langsung dari kedua belah pihak.

Daripada harus menghadapi masalah yang ada, mereka lebih memilih untuk mengabaikan atau menunda-nunda segala bentuk pembicaraan serius yang diperlukan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore