Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 23.40 WIB

Terungkap! Ini 7 Kalimat yang Sering Didengar Anak-Anak yang Kelak Tumbuh Sangat Kritis terhadap Diri Sendiri

Ilustrasi seorang anak yang tampak ragu atau sedih (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertanya mengapa beberapa individu cenderung sangat keras mengkritik diri sendiri hingga dewasa nanti? Sifat yang sangat kritis pada diri sendiri seringkali bukan hanya sekadar kepribadian semata, melainkan memiliki akar mendalam pada pengalaman masa kecil.

Faktanya, lingkungan tumbuh kembang dan kalimat-kalimat yang didengar secara berulang dapat membentuk cara seseorang memandang dirinya. Melansir dari Geediting.com, Rabu (21/05), ada tujuh frasa spesifik yang seringkali diulang pada masa kanak-kanak, membentuk fondasi perilaku sangat mengkritik diri.

1. "Berhentilah Menangis, Itu Bukan Masalah Besar"

Kalimat ini mengajarkan anak untuk mengabaikan emosi atau perasaannya, terutama saat menghadapi kesulitan. Mereka belajar menekan kesedihan sehingga merasa apa yang mereka alami sebenarnya tidak berarti atau penting.

2. "Mengapa Kamu Tidak Bisa Lebih seperti (Orang Lain)?"

Perbandingan negatif semacam ini seringkali membuat anak merasa tidak pernah cukup baik atau selalu kurang. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa ada standar yang lebih tinggi yang tidak pernah bisa mereka capai sendiri.

3. "Kamu Terlalu Sensitif"

Frasa ini meremehkan perasaan anak, membuat mereka merasa bahwa emosi adalah kelemahan pribadi. Akibatnya, mereka mungkin belajar untuk menyembunyikan perasaan atau menganggap reaksi mereka sebagai hal yang salah.

4. "Kamu Seharusnya Bersyukur Atas Apa yang Kamu Miliki"

Meskipun bertujuan baik, kalimat ini dapat menimbulkan rasa bersalah pada anak saat mereka memiliki kebutuhan atau keinginan. Mereka jadi kesulitan untuk mengungkapkan ketidakpuasan atau mencari hal yang lebih baik untuk diri sendiri.

5. "Jangan Membantah"

Ini mengajarkan anak untuk tidak berani menyuarakan pendapat atau perbedaan pandangan pribadi. Mereka tumbuh dengan kecenderungan menekan pemikiran sendiri, menghindari konflik, dan menerima apa adanya tanpa mempertanyakan.

6. "Kamu Bertingkah Konyol"

Kalimat ini membuat anak merasa malu atau dipermalukan atas perilaku yang mungkin sebenarnya normal. Mereka belajar untuk tidak mengambil risiko atau berekspresi secara bebas karena takut akan penilaian negatif dari sekitar.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore