Ilustrasi seorang anak yang tampak ragu atau sedih (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda bertanya mengapa beberapa individu cenderung sangat keras mengkritik diri sendiri hingga dewasa nanti? Sifat yang sangat kritis pada diri sendiri seringkali bukan hanya sekadar kepribadian semata, melainkan memiliki akar mendalam pada pengalaman masa kecil.
Faktanya, lingkungan tumbuh kembang dan kalimat-kalimat yang didengar secara berulang dapat membentuk cara seseorang memandang dirinya. Melansir dari Geediting.com, Rabu (21/05), ada tujuh frasa spesifik yang seringkali diulang pada masa kanak-kanak, membentuk fondasi perilaku sangat mengkritik diri.
1. "Berhentilah Menangis, Itu Bukan Masalah Besar"
Kalimat ini mengajarkan anak untuk mengabaikan emosi atau perasaannya, terutama saat menghadapi kesulitan. Mereka belajar menekan kesedihan sehingga merasa apa yang mereka alami sebenarnya tidak berarti atau penting.
2. "Mengapa Kamu Tidak Bisa Lebih seperti (Orang Lain)?"
Perbandingan negatif semacam ini seringkali membuat anak merasa tidak pernah cukup baik atau selalu kurang. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa ada standar yang lebih tinggi yang tidak pernah bisa mereka capai sendiri.
3. "Kamu Terlalu Sensitif"
Frasa ini meremehkan perasaan anak, membuat mereka merasa bahwa emosi adalah kelemahan pribadi. Akibatnya, mereka mungkin belajar untuk menyembunyikan perasaan atau menganggap reaksi mereka sebagai hal yang salah.
4. "Kamu Seharusnya Bersyukur Atas Apa yang Kamu Miliki"
Meskipun bertujuan baik, kalimat ini dapat menimbulkan rasa bersalah pada anak saat mereka memiliki kebutuhan atau keinginan. Mereka jadi kesulitan untuk mengungkapkan ketidakpuasan atau mencari hal yang lebih baik untuk diri sendiri.
5. "Jangan Membantah"
Ini mengajarkan anak untuk tidak berani menyuarakan pendapat atau perbedaan pandangan pribadi. Mereka tumbuh dengan kecenderungan menekan pemikiran sendiri, menghindari konflik, dan menerima apa adanya tanpa mempertanyakan.
6. "Kamu Bertingkah Konyol"
Kalimat ini membuat anak merasa malu atau dipermalukan atas perilaku yang mungkin sebenarnya normal. Mereka belajar untuk tidak mengambil risiko atau berekspresi secara bebas karena takut akan penilaian negatif dari sekitar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
