
Ilustrasi seorang pria tampak sibuk dengan pekerjaan kantornya, sementara pasangannya menunggu di latar belakang, mencerminkan prioritas yang tidak seimbang. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu dengan seorang pria yang sangat proaktif dan bersemangat di tempat kerja, namun terlihat pasif ketika berhadapan dengan hubungan pribadinya? Fenomena ini sering kali membingungkan, menciptakan dinamika yang kurang seimbang dalam interaksi sehari-hari.
Menariknya, kecenderungan perilaku ini sering kali tidak disadari oleh mereka yang melakukannya, seolah menjadi bagian dari rutinitas. Mereka mungkin mengira segalanya baik-baik saja tanpa memahami dampak pada pasangan mereka. Melansir pada Geediting.com Kamis (22/05), ada delapan perilaku khusus yang sering kali ditampilkan oleh para pria seperti ini.
1. Menolak Percakapan yang Lebih Dalam
Satu di antara tanda utama adalah keengganan untuk terlibat dalam diskusi emosional atau isu-isu sensitif terkait hubungan mereka. Hal ini secara bertahap menciptakan kesenjangan pemahaman yang signifikan antara mereka dan pasangan tercinta.
2. Mengambil Pendekatan "Terserah Kamu"
Mereka sering kali menyerahkan semua keputusan penting kepada pasangan, mulai dari hal kecil hingga besar. Gaya ini membuat pasangan merasa sendirian dalam menghadapi beban tanggung jawab serta merasa kurang didukung dalam kehidupan sehari-hari.
3. Tetap Terlalu Fokus pada Pekerjaan
Pekerjaan sering kali menjadi alasan atau perisai bagi mereka untuk menghindari kerentanan emosional atau menghadapi perasaan tidak nyaman. Dedikasi berlebihan pada karier bisa menjadi pelarian dari kebutuhan intim dalam hubungan.
4. Jarang Menginisiasi Waktu Berkualitas
Mereka cenderung tidak merencanakan kencan spontan atau kejutan-kejutan kecil yang dapat menghidupkan kembali percikan asmara. Ketiadaan inisiatif ini secara perlahan dapat mengikis keintiman serta kedekatan emosional antara pasangan.
5. Menangkis dengan Humor atau Sarkasme
Ketika topik serius muncul, mereka sering menggunakan lelucon atau komentar sinis untuk menghindari pembahasan tulus. Taktik ini menghambat penyelesaian masalah lebih dalam yang memerlukan kejujuran serta keterbukaan emosional.
6. Menunggu Pasangan untuk "Mengambil Keputusan"
Dalam berbagai situasi krusial, mereka menyerahkan sepenuhnya pengambilan keputusan besar kepada pihak pasangan. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan tanggung jawab serta kekuatan, membuat pasangan merasa memikul semua beban.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
