
Ilustrasi perilaku pasif yang membuat Anda terjebak dalam ketidakbahagiaan (freepik/kues1)
JawaPos.com - Banyak orang merasa hidupnya stagnan, seolah tidak punya kendali atas arah yang dijalani.
Fenomena ini dalam psikologi dikenal sebagai learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari, sebuah kondisi ketika seseorang percaya bahwa usaha apa pun tidak akan mengubah keadaan.
Menurut Farley Ledgerwood, penulis di Global English Editing, kondisi ini sering berkembang secara perlahan dan tanpa disadari.
Ia sendiri pernah mengalaminya saat kehilangan pekerjaan di usia pertengahan. Alih-alih bergerak, ia justru menunggu perubahan datang dengan sendirinya, sesuatu yang tidak pernah terjadi.
Dari pengalaman tersebut, Farley mengidentifikasi delapan perilaku pasif yang menjadi akar dari ketidakbahagiaan berkepanjangan. Apa saja itu? Berikut penjelasan lengkapnya dilansir dari geediting.com.
1. Terus Menunggu “Waktu yang Tepat”
Banyak orang menunda mimpi mereka dengan alasan klasik: belum waktunya. Mereka menunggu kondisi sempurna, pekerjaan stabil, waktu luang, atau inspirasi datang.
Padahal, menurut Farley, momen sempurna itu tidak pernah benar-benar ada. Menunda hanya memperpanjang stagnasi. Bahkan, langkah kecil yang tidak sempurna jauh lebih berharga daripada diam tanpa aksi.
2. Mengadopsi Batasan Orang Lain
Sejak kecil, seseorang sering mendengar kalimat seperti “kamu tidak berbakat” atau “itu bukan untuk orang seperti kita.” Tanpa disadari, kata-kata ini tertanam menjadi keyakinan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
