
Ilustrasi perilaku pasif yang membuat Anda terjebak dalam ketidakbahagiaan (freepik/kues1)
JawaPos.com - Banyak orang merasa hidupnya stagnan, seolah tidak punya kendali atas arah yang dijalani.
Fenomena ini dalam psikologi dikenal sebagai learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari, sebuah kondisi ketika seseorang percaya bahwa usaha apa pun tidak akan mengubah keadaan.
Menurut Farley Ledgerwood, penulis di Global English Editing, kondisi ini sering berkembang secara perlahan dan tanpa disadari.
Ia sendiri pernah mengalaminya saat kehilangan pekerjaan di usia pertengahan. Alih-alih bergerak, ia justru menunggu perubahan datang dengan sendirinya, sesuatu yang tidak pernah terjadi.
Dari pengalaman tersebut, Farley mengidentifikasi delapan perilaku pasif yang menjadi akar dari ketidakbahagiaan berkepanjangan. Apa saja itu? Berikut penjelasan lengkapnya dilansir dari geediting.com.
1. Terus Menunggu “Waktu yang Tepat”
Banyak orang menunda mimpi mereka dengan alasan klasik: belum waktunya. Mereka menunggu kondisi sempurna, pekerjaan stabil, waktu luang, atau inspirasi datang.
Padahal, menurut Farley, momen sempurna itu tidak pernah benar-benar ada. Menunda hanya memperpanjang stagnasi. Bahkan, langkah kecil yang tidak sempurna jauh lebih berharga daripada diam tanpa aksi.
2. Mengadopsi Batasan Orang Lain
Sejak kecil, seseorang sering mendengar kalimat seperti “kamu tidak berbakat” atau “itu bukan untuk orang seperti kita.” Tanpa disadari, kata-kata ini tertanam menjadi keyakinan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022