Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 20.18 WIB

Sering Bilang 'Aku Baik-Baik Saja'? Kenali 10 Kebiasaan yang Menandakan Anda Sering Meremehkan Diri Sendiri

Ilustrasi seseorang yang berbicara melalui HP. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang berbicara melalui HP. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda sering mengucapkan frasa seperti "tidak apa-apa" atau "aku baik-baik saja" meskipun sebenarnya tidak demikian? Kecenderungan untuk meremehkan kebutuhan diri sendiri ini mungkin terasa sepele, namun sesungguhnya bisa menjadi cerminan dari pola perilaku yang lebih dalam.

Menariknya, kebiasaan semacam ini sering kali berakar dari pola-pola yang terbentuk sejak usia dini dan tidak disadari saat dewasa. Pola-pola ini memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain serta mengelola emosi pribadi. Melansir Geediting.com pada Kamis (22/05), psikologi menyebutkan ada sepuluh kebiasaan yang sering kali dimiliki individu dengan kecenderungan tersebut.

1. Ketakutan Terhadap Konfrontasi

Satu di antara kebiasaan utama adalah rasa takut yang mendalam saat harus menghadapi konflik atau pertengkaran. Mereka cenderung menghindari situasi tidak nyaman sehingga memilih untuk mengalah atau menyembunyikan perasaan aslinya demi menjaga perdamaian.

2. Pola Menyenangkan Orang Lain

Orang-orang ini merasa bahwa nilai diri mereka sangat bergantung pada persetujuan dan kebahagiaan orang lain di sekitarnya. Mereka secara konsisten mendahulukan keinginan serta kebutuhan orang lain, sering kali sampai mengorbankan kesejahteraan pribadi mereka.

3. Terlalu Sering Meminta Maaf

Kebiasaan ini melibatkan permintaan maaf yang berlebihan, bahkan untuk hal-hal yang bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Mereka cenderung menyalahkan diri sendiri untuk menghindari potensi konflik atau ketidaknyamanan orang lain.

4. Meremehkan Perasaan Sendiri

Individu dengan kebiasaan ini sering kali mengecilkan atau tidak mengakui validitas emosi yang mereka rasakan secara pribadi. Mereka berpikir bahwa perasaan tidak nyaman atau negatif harus disembunyikan agar tidak membebani orang lain.

5. Identitas Terikat pada Pengakuan Eksternal

Rasa harga diri mereka dibangun berdasarkan pujian, validasi, dan penerimaan dari lingkungan luar. Mereka merasa perlu terus-menerus mencari persetujuan orang lain sebagai dasar utama untuk merasa diri bernilai.

6. Penghindaran Konflik

Mereka memiliki kecenderungan kuat untuk menjauh dari segala bentuk perselisihan atau diskusi yang berpotensi menjadi pertengkaran. Strategi ini sering kali membuat mereka mengabaikan isu penting demi menjaga suasana tetap tenang dan harmonis.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore