Ilustrasi orang baik menyukai kesendirian. (Freepik)
JawaPos.com - Kamu pasti pernah mendengar kalimat ini: “Kalau nggak di-posting, apa benar-benar terjadi?” Di zaman serba digital seperti sekarang, banyak orang merasa perlu membagikan semua hal di media sosial—termasuk kebaikan yang mereka lakukan.
Tapi coba perhatikan, ada lho orang-orang yang justru adem ayem saja, diam-diam berbuat baik tanpa pernah merasa perlu mengunggahnya ke publik.
Bukan berarti membagikan momen penting itu salah, ya. Tapi ada sisi menarik dari mereka yang memilih ‘low profile’. Mereka tetap membantu, tetap peduli, tetap berkontribusi—tapi tidak merasa harus memamerkannya di dunia maya
Nah, menurut psikologi, mereka ini punya ciri khas yang berbeda dari kebanyakan pengguna media sosial. Kalau kamu penasaran apa yang bikin mereka istimewa atau merasa kamu salah satunya, yuk simak tujuh ciri berikut ini, dikutip dari Geediting, Senin (19/5).
1. Mereka Menjunjung Tinggi Keaslian
Orang-orang ini percaya bahwa kebaikan yang tulus tak butuh sorotan. Mereka merasa, saat kita melakukan sesuatu yang baik, itu seharusnya datang dari hati, bukan demi pujian atau tepuk tangan digital. Nilai dari tindakan baik mereka justru lebih murni karena tidak dikotori motif ingin diakui.
Mereka juga tahu bahwa tindakan kebaikan tetap bermakna meski tak ada yang melihat. Mereka tidak sibuk mengejar validasi karena percaya bahwa keaslian jauh lebih penting daripada popularitas.
2. Mereka Sangat Menghargai Privasi
Baik privasi diri sendiri maupun orang lain, bagi mereka adalah hal yang sakral. Tidak semua cerita harus diumbar, apalagi jika melibatkan orang lain yang sedang kesulitan. Ada kalanya, membantu seseorang secara diam-diam jauh lebih berempati daripada mengungkapnya ke publik.
Mereka sadar, tujuan utama dari membantu adalah meringankan beban, bukan menambah eksposur. Mereka memilih menjaga martabat orang lain dibanding memburu pengakuan sosial.
3. Mereka Percaya Diri dan Tidak Haus Validasi
Bayangkan kamu habis jadi relawan di akhir pekan. Kamu merasa puas dan bahagia. Tapi bukannya buru-buru mempostingnya, kamu memilih menyimpan momen itu untuk dirimu sendiri. Kalau kamu pernah seperti itu, kamu punya karakter serupa dengan para “pahlawan tanpa kamera” ini.
Mereka nggak butuh like untuk merasa berharga. Mereka tahu nilai diri mereka tidak ditentukan oleh reaksi orang lain. Dan mereka merasa cukup, karena kepuasan datang dari dalam, bukan dari komentar di luar.
4. Mereka Fokus Menjalani Momen, Bukan Mendokumentasikannya

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
