
seseorang yang benar-benar baik / foto: Magnific/freepik
JawaPos.com - Di mata banyak orang, kebaikan sering kali diidentikkan dengan keramahan, kesopanan, dan kesediaan membantu orang lain. Namun menurut psikologi, orang yang benar-benar baik tidak hanya dinilai dari tindakan yang terlihat, melainkan juga dari kemampuan mereka mengendalikan perilaku yang dapat menyakiti atau merendahkan orang lain. Menariknya, ada beberapa hal yang hampir tidak pernah mereka tunjukkan di depan umum karena memahami dampak sosial dan emosional yang dapat ditimbulkannya.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (6/6), terdapat tujuh hal yang umumnya tidak pernah ditunjukkan orang baik di depan umum menurut berbagai prinsip psikologi sosial dan psikologi kepribadian.
1. Merendahkan Orang Lain untuk Terlihat Lebih Hebat
Salah satu ciri utama orang yang memiliki empati tinggi adalah tidak merasa perlu menjatuhkan orang lain demi meningkatkan citra dirinya sendiri.
Dalam psikologi, perilaku merendahkan orang lain sering kali muncul dari kebutuhan akan validasi atau rasa tidak aman yang tersembunyi. Sebaliknya, individu yang sehat secara emosional memahami bahwa nilai dirinya tidak bergantung pada kegagalan orang lain.
Ketika berada dalam kelompok, orang baik cenderung:
Menghargai pendapat yang berbeda.
Tidak mempermalukan orang lain saat melakukan kesalahan.
Memberikan kritik secara konstruktif dan penuh hormat.
Mereka tahu bahwa setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing dan tidak pantas dijadikan bahan untuk meningkatkan ego pribadi.
2. Memamerkan Kebaikan yang Mereka Lakukan
Psikologi motivasi membedakan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Orang yang benar-benar baik biasanya terdorong oleh motivasi intrinsik, yaitu melakukan sesuatu karena memang merasa itu benar, bukan karena ingin dipuji.
Itulah sebabnya mereka jarang:
Mengumumkan setiap bantuan yang diberikan.
Menceritakan semua amal yang dilakukan.
Menuntut pengakuan atas setiap kebaikan.
Bukan berarti mereka selalu menyembunyikan perbuatan baik, tetapi mereka tidak menjadikan kebaikan sebagai alat pencitraan.
Mereka memahami bahwa nilai sebuah tindakan tidak selalu bergantung pada seberapa banyak orang mengetahuinya.
3. Meluapkan Kemarahan Tanpa Kendali

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
