Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juni 2026 | 02.04 WIB

7 Hal yang Tidak Pernah Ditunjukkan Orang yang Benar-Benar Baik di Depan Umum Menurut Psikologi

seseorang yang benar-benar baik / foto: Magnific/freepik - Image

seseorang yang benar-benar baik / foto: Magnific/freepik

JawaPos.com - Di mata banyak orang, kebaikan sering kali diidentikkan dengan keramahan, kesopanan, dan kesediaan membantu orang lain. Namun menurut psikologi, orang yang benar-benar baik tidak hanya dinilai dari tindakan yang terlihat, melainkan juga dari kemampuan mereka mengendalikan perilaku yang dapat menyakiti atau merendahkan orang lain. Menariknya, ada beberapa hal yang hampir tidak pernah mereka tunjukkan di depan umum karena memahami dampak sosial dan emosional yang dapat ditimbulkannya.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (6/6), terdapat tujuh hal yang umumnya tidak pernah ditunjukkan orang baik di depan umum menurut berbagai prinsip psikologi sosial dan psikologi kepribadian.

1. Merendahkan Orang Lain untuk Terlihat Lebih Hebat

Salah satu ciri utama orang yang memiliki empati tinggi adalah tidak merasa perlu menjatuhkan orang lain demi meningkatkan citra dirinya sendiri.

Dalam psikologi, perilaku merendahkan orang lain sering kali muncul dari kebutuhan akan validasi atau rasa tidak aman yang tersembunyi. Sebaliknya, individu yang sehat secara emosional memahami bahwa nilai dirinya tidak bergantung pada kegagalan orang lain.

Ketika berada dalam kelompok, orang baik cenderung:

Menghargai pendapat yang berbeda.
Tidak mempermalukan orang lain saat melakukan kesalahan.
Memberikan kritik secara konstruktif dan penuh hormat.

Mereka tahu bahwa setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing dan tidak pantas dijadikan bahan untuk meningkatkan ego pribadi.

2. Memamerkan Kebaikan yang Mereka Lakukan

Psikologi motivasi membedakan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Orang yang benar-benar baik biasanya terdorong oleh motivasi intrinsik, yaitu melakukan sesuatu karena memang merasa itu benar, bukan karena ingin dipuji.

Itulah sebabnya mereka jarang:

Mengumumkan setiap bantuan yang diberikan.
Menceritakan semua amal yang dilakukan.
Menuntut pengakuan atas setiap kebaikan.

Bukan berarti mereka selalu menyembunyikan perbuatan baik, tetapi mereka tidak menjadikan kebaikan sebagai alat pencitraan.

Mereka memahami bahwa nilai sebuah tindakan tidak selalu bergantung pada seberapa banyak orang mengetahuinya.

3. Meluapkan Kemarahan Tanpa Kendali

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore