Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 02.33 WIB

10 Alasan Klise yang Digunakan Seseorang saat Membatalkan Rencana, Sering Dengar yang Mana?

Ilustrasi seseorang mencari alasan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Tidak ada yang lebih menjengkelkan selain ketika seseorang tiba-tiba membatalkan rencana di saat-saat terakhir dengan alasan yang sudah terdengar basi. Daripada berkata apa adanya, mereka memilih berbohong supaya tetap terlihat baik di mata kamu.

Ironisnya, kebiasaan ini malah bikin kamu kehilangan kepercayaan dan enggan lagi mengajak mereka di lain waktu. Dilansir dari laman Your Tango pada Sabtu (17/05), ini 10 alasan yang paling sering digunakan oleh orang-orang yang sering membatalkan rencana secara mendadak.
 
 
1. "Aku Lagi Nggak Enak Badan"
 
Kalau seseorang sering banget pakai alasan ini, kamu pasti mulai curiga. Sekali dua kali sih masih bisa dimaklumi. Tapi kalau setiap kali diajak ketemu jawabannya "lagi sakit," lama-lama kamu jadi merasa dibohongi.
 
Rasa kecewa makin dalam ketika kamu sadar bahwa mereka bukannya nggak bisa datang, tapi memang nggak mau. Dan ini bisa bikin kamu merasa ditinggalkan dan nggak dihargai. Menurut pakar terapi Padraic Gibson, kebohongan semacam ini bisa berdampak negatif secara emosional, baik bagi yang berbohong maupun orang yang dibohongi.
 
2. "Aduh, Aku Lupa Kalau Udah Punya Rencana Lain"
 
Alasan klasik lainnya adalah lupa. Memang, kadang kita semua bisa salah jadwal atau lupa ada acara lain. Tapi kalau ini sering terjadi, rasanya lebih seperti alasan yang sengaja dibuat-buat supaya bisa menghindar.
 
Bisa jadi mereka memang pelupa, tapi nggak sedikit juga yang cuma malas dan nggak mau jujur. Hipnoterapis Ran D. Anbar mengatakan bahwa berbohong bisa merusak kepercayaan dan hubungan interpersonal secara keseluruhan. Dan ketika ketahuan, biasanya yang tersisa hanyalah rasa malu dan hubungan yang renggang.
 
3. "Maaf ya, Kerjaan Lagi Gila Banget Sekarang"
 
Semua orang pasti pernah sibuk. Tapi kalau alasan "kerjaan numpuk" terus-menerus dipakai untuk membatalkan rencana, kamu mulai bisa menilai apakah itu benar atau hanya pengalihan.
 
Mereka mungkin berpikir alasan ini terlihat profesional dan bisa diterima, tapi sebenarnya itu cuma bentuk lain dari "Aku nggak mau datang tapi malas bilang jujur." Padahal, dalam jangka panjang, kebiasaan seperti ini justru bisa menimbulkan rasa kecewa dan bahkan merusak hubungan, baik pertemanan maupun percintaan.
 
4. "Aku Kira Acaranya Besok, Bukan Hari Ini" 
 
Ini bisa terjadi ketika seseorang memang benar-benar lupa, tapi juga bisa jadi bentuk ketidakpedulian. kalau seseorang benar-benar peduli, dia akan mencatat atau mengingat rencana itu dengan baik. Ketika mereka selalu saja bingung soal jadwal, sebaiknya kamu mulai waspada. Karena meski terdengar sepele, kelalaian semacam ini menunjukkan kurangnya tanggung jawab.
 
5. "Ada Urusan Keluarga"
 
Ini salah satu alasan yang hampir selalu dipercaya. Karena siapa sih yang tega menuduh seseorang berbohong soal keluarganya?
 
Tapi kenyataannya, ada juga orang yang menyalahgunakan alasan ini. Mereka tahu bahwa kamu akan memaklumi dan tidak bertanya lebih lanjut. Padahal, menurut survei situs karier Zety, 65% orang pernah memakai alasan ini untuk kabur dari tanggung jawab, bahkan 31% mengaku pernah berbohong soal kematian anggota keluarga
 
6. "Baru Lihat Pesan Kamu, Maaf Ya!"
 
Padahal hampir semua orang sekarang selalu pegang ponsel. Sulit dipercaya kalau mereka sama sekali nggak sadar ada pesan masuk soal rencana yang sudah dibuat. Kalau ini sering terjadi, kamu berhak merasa curiga. Lebih baik mereka bilang terus terang bahwa mereka nggak bisa atau nggak mau, daripada membuat kamu merasa nggak penting.
 
7. "Aku Lagi Cemas Banget Sekarang"
 
Sayangnya, beberapa orang menggunakan alasan ini sebagai tameng untuk menghindar dari tanggung jawab sosial. Mereka nggak mau menghadapi konsekuensi dari membatalkan rencana, jadi mereka berlindung di balik kata "anxious." Padahal, menurut psikologi, mengambil tanggung jawab justru bisa membantu seseorang merasa lebih mampu dan percaya diri.
 
8. "Motorku Mogok"
 
Motor rusak memang bisa terjadi kapan saja. Tapi sekarang ada banyak alternatif naik ojek online, minta dijemput teman, atau bahkan naik transportasi umum. Jadi alasan ini terdengar agak lemah, apalagi kalau sudah sering diucapkan.
 
Bahkan kalaupun mereka hanya terlambat, kesan yang ditimbulkan tetap bisa negatif. Menurut para ahli dari Quantified, keterlambatan menunjukkan kesan bahwa kamu orang yang tidak terorganisir atau tidak menghargai waktu orang lain.
 
9. "Maaf, Aku Ketiduran"
 
Tapi kalau kamu dengar alasan ini berulang kali, bisa jadi itu pertanda kalau mereka memang tidak benar- niat, Kalau mereka benar-benar menganggap pertemuan denganmu penting, pasti mereka berusaha untuk bangun tepat waktu atau setidaknya memberi kabar. Alasan ini biasanya datang dari orang yang malas, bukan orang yang sibuk.
 
10. "Aku Nggak Bisa Datang, tapi Kita Pasti Ketemu Lain Waktu Ya!"
 
Kalimat ini sekilas terdengar sopan dan penuh harapan, tapi sering kali tidak disertai usaha nyata untuk menjadwalkan ulang. Orang yang benar-benar peduli akan menawarkan waktu lain dengan serius, bukan cuma berkata manis untuk menghibur kamu. Kalau kamu terus-menerus mendengar janji seperti ini tanpa follow-up, itu tanda mereka hanya ingin terlihat baik tanpa benar-benar niat untuk bertemu.
 
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore