Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 13.40 WIB

Kenali 8 Frasa Khas Ahli Manipulasi Emosional, Waspada jika Seseorang Rutin Menggunakannya!

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Dalam komunikasi sehari-hari kita kadang berinteraksi dan merasakan adanya sesuatu yang terasa sedikit tidak tepat atau meninggalkan kebingungan setelahnya. Ada momen tertentu di mana sebuah percakapan seolah dirancang khusus membuat kita meragukan validitas perasaan atau reaksi diri sendiri terhadap suatu situasi yang terjadi.

Menariknya, pola komunikasi semacam ini seringkali melibatkan penggunaan frasa atau kalimat spesifik secara berulang kali oleh individu yang melakukannya. Mengidentifikasi ucapan tersebut dapat memberikan wawasan penting yang berguna tentang adanya potensi manipulasi emosional dalam sebuah hubungan atau interaksi personal.

Melansir dari Geediting.com, Kamis (15/05), ada delapan frasa umum yang patut diperhatikan dan diwaspadai lebih jauh.

1. "Kamu Selalu..." dan "Aku Hanya Jujur"

Frasa "Kamu selalu..." sering dipakai sebagai generalisasi berlebihan yang secara tidak adil melabeli lawan bicara terlihat negatif dalam segala aspek perilakunya. Sementara itu, "Aku hanya jujur" digunakan sebagai dalih yang sangat klise untuk melontarkan komentar menyakitkan atau kritik yang sebenarnya tidak perlu diucapkan sama sekali.

2. "Apa Kamu Tidak Percaya Padaku?" dan "Aku Tidak Bermaksud Begitu"

Mengatakan "Apa kamu tidak percaya padaku?" bertujuan kuat mengalihkan perhatian utama dari masalah pokok sambil membuat Anda merasa bersalah karena berani menunjukkan kecurigaan beralasan. Frasa "Aku tidak bermaksud begitu" dipakai sebagai upaya halus menghindari segala bentuk tanggung jawab ketika ucapannya yang jelas menyakitkan dikonfrontasi langsung oleh korban.

3. "Aku Baik-Baik Saja"

Ungkapan sederhana "Aku baik-baik saja" yang diucapkan dengan nada bicara atau bahasa tubuh menyiratkan hal sebaliknya menimbulkan rasa misteri kuat atau kegelisahan pada pendengarnya. Ini adalah cara halus manipulator mengendalikan situasi obrolan, membuat orang lain terus menerka-nerka kondisinya sambil mencari perhatian tambahan yang diinginkannya.

4. "Aku Benci Drama"

Frasa "Aku benci drama" secara paradoks berfungsi sebagai pengalih perhatian ampuh dari peran aktif si manipulator dalam menciptakan konflik atau kekacauan di lingkungan sekitar. Dengan lantang menyatakan penolakan terhadap drama, mereka berhasil memposisikan diri sebagai korban tak bersalah atau pihak netral yang tidak terlibat masalah.

5. "Jika Kamu Benar-Benar Mencintaiku..."

Ucapan ini adalah taktik manipulasi emosional klasik yang dirancang khusus untuk secara langsung mempertanyakan ketulusan kesetiaan dan kedalaman komitmen orang lain dalam hubungan tersebut. Ini mempermainkan perasaan terdalam dan berusaha keras membuat Anda merasa bersalah agar mau memenuhi segala permintaan atau keinginan yang diajukan olehnya saat itu.

6. "Tidak Ada yang Memahamiku seperti Kamu"

Kalimat ini berupaya menciptakan ketergantungan emosional yang tidak sehat secara disengaja, menambatkan seluruh kesejahteraan diri manipulator pada orang lain secara eksklusif. Ungkapan tersebut membuat orang lain merasa sangat istimewa serta krusial dibutuhkan, padahal itu seringkali siasat licik agar mereka tetap dekat dan mudah berada di bawah kontrol.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore