Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 20.01 WIB

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Menghapus Pesan karena Tiba-tiba Merasa Ragu, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang sering menghapus pesan karena tiba-tiba merasa ragu - Image

Ilustrasi orang yang sering menghapus pesan karena tiba-tiba merasa ragu

JawaPos.com - Pernahkah Anda mengetik pesan panjang dengan penuh pertimbangan dan mengirimnya atau bahkan belum sempat mengirimkannya, lalu tiba-tiba menghapus pesannya?

Jika ya, Anda tidak sendiri. Banyak orang mengalami hal serupa, di mana keraguan mendadak membuat mereka mengurungkan niat untuk menyampaikan isi hati atau pikirannya.

Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini ternyata bisa mengungkap banyak hal tentang kepribadian seseorang.

Menurut psikologi, ada sejumlah ciri yang kerap dimiliki oleh individu yang sering menghapus pesan karena merasa tidak yakin.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (14/5), berikut merupakan 7 ciri kepribadian orang yang sering menghapus pesan karena tiba-tiba merasa ragu, menurut psikologi.

1. Terlalu Banyak Berpikir

Orang yang sering menghapus pesan karena tiba-tiba merasa ragu merupakan sosok yang cenderung terlalu banyak berpikir.

Mereka bisa menghabiskan waktu yang cukup lama hanya untuk menulis dua kalimat, karena merasa harus memilih kata-kata yang paling tepat.

Mereka juga kerap membayangkan berbagai kemungkinan reaksi dari si penerima pesan tersebut, seperti apakah pesan itu akan dimengerti, disukai, atau justru disalahartikan.

Akibatnya, rasa ragu ini sering kali muncul, dan pesan pun akhirnya dihapus. Kebiasaan seperti ini dapat menghambat komunikasi yang jujur dan spontan.

Padahal, menyampaikan pesan dengan jujur jauh lebih penting daripada terus menerus menganalisis hal-hal yang belum tentu terjadi.

2. Takut Dinilai Buruk

Salah satu alasan seseorang menghapus pesan adalah karena mereka takut terhadap penilaian orang lain.

Misalnya, ketika ingin menyampaikan pendapat atau ide, tiba-tiba muncul rasa khawatir bahwa orang lain akan menganggapnya bodoh, sok tahu, atau tidak pantas berbicara.

Ketakutan ini membuat mereka membatalkan niat untuk berbicara atau mengungkapkan isi hatinya. Padahal, rasa takut ini sering kali hanya ada di pikiran sendiri dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore