Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 23.54 WIB

Mengapa Kita Sering Refleks Mengecek Ponsel? Ini 8 Alasan Psikologis di Baliknya

Ilustrasi mengecek ponsel. (Freepik) - Image

Ilustrasi mengecek ponsel. (Freepik)

JawaPos.com - Di era digital ini, sangat sulit bagi kita untuk bertahan lebih dari beberapa menit tanpa menyentuh atau melihat layar ponsel. Entah itu saat sedang mengobrol, atau bahkan hanya beberapa detik setelah mengecek jam, tangan kita bisa refleks mengetuk layar beranda. Pernahkah kamu melakukannya dan kemudian bertanya-tanya, "Lho, kenapa aku buka ponsel barusan?"

Masalahnya, banyak dari kita kini tidak menggunakan ponsel karena kebutuhan nyata, tetapi karena dorongan kebiasaan bawah sadar. Dilansir dari laman DMNews pada Sabtu (10/05), berikut adalah beberapa alasan psikologis yang menjelaskan mengapa kita terus-menerus mengecek ponsel, bahkan saat tidak ada notifikasi apa pun.

1. Otak Kita Secara Alami Menginginkan Hal Baru

Secara biologis, otak kita memang dirancang untuk selalu mencari hal-hal baru. Saat ada kemungkinan informasi baru seperti chat, update media sosial, atau notifikasi masuk otak langsung memberi sinyal untuk mengeceknya. Ini karena hal-hal baru memicu sistem penghargaan di otak yang membuat kita merasa senang.

2. Rasa Takut Ketinggalan (FOMO) Masih Menghantui

FOMO atau Fear of Missing Out adalah dorongan kuat yang membuat kita merasa gelisah kalau tidak ikut serta dalam sesuatu yang sedang terjadi. Saat melihat grup chat yang aktif atau unggahan teman-teman di media sosial, kita sering berpikir, "Apa yang aku lewatin, ya?"

Demi menenangkan kegelisahan ini, kita mengecek ponsel. Namun ironisnya, semakin sering kita mengecek, semakin kita merasa tertinggal. Siklus FOMO pun terus berulang.

3. Lingkaran Kebiasaan yang Sulit Diputus

Kita sering tidak sadar bahwa rutinitas kecil seperti mengecek ponsel terbentuk dari pola kebiasaan, ada isyarat (misalnya bosan), muncul rutinitas (mengambil ponsel), lalu muncul hadiah (semburan dopamin dari konten yang menyenangkan). Pola ini berulang terus hingga menjadi otomatis.

4. Dopamin, Zat Kimia yang Membuat Kita Ketagihan

Dopamin adalah senyawa kimia di otak yang memberikan sensasi menyenangkan saat kita mendapatkan hal yang kita sukai, misalnya notifikasi baru, pesan menarik, atau video lucu. Seperti yang dikatakan oleh Greg McKeown, jika kamu tidak mengatur hidupmu sendiri, orang lain (termasuk teknologi) akan melakukannya untukmu.

Bahkan saat notifikasi dimatikan, otak kita tetap membayangkan suara "ting" dan secara tidak sadar mendorong kita untuk memeriksa ponsel. Kebiasaan ini sangat kuat karena sudah berkaitan langsung dengan respons kimia otak.

5. Mengecek Ponsel Bisa Jadi Pelarian Stres (Tapi Sementara)

Saat merasa tegang atau canggung, misalnya dalam rapat yang serius atau situasi sosial yang tidak nyaman, melirik ponsel bisa memberi kita rasa tenang sejenak.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore