
Ilustrasi orang yang sulit untuk berkompromi (Freepik)
JawaPos.com – Seiring bertambahnya usia, seharusnya tingkat kedewasaan emosional dalam diri manusia akan semakin matang. Namun terkadang tingkat kematangan emosional tidak sejalan dengan bertambahnya usia seseorang, hal ini sering kali tidak disadari.
Mungkin kita pernah berpikir bahwa kita telah tumbuh dewasa ketika telah mencapai tujuan atau menyelesaikan hal yang biasa dilakukan oleh orang dewasa.
Seperti halnya, menyelesaikan studi, mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, atau akan memulai kehidupan pernikahan.
Namun kedewasaan atau kematangan emosional adalah hal yang berbeda dengan pencapaian tertentu yang sudah diraih. Banyak orang dewasa yang masih kekanakan secara emosional meskipun dari segi usia mereka sudah sangat matang.
Dilansir dari parent from heart, kedewasaan emosional bukan tentang meninggalkan kesenangan dan keajaiban yang ada di masa kanak-kanak. Melainkan tentang bagaimana cara mengelola emosi dan merespon orang lain dengan cara yang sehat dan dewasa.
Namun, beberapa perilaku yang ada di masa kanak-kanak atau masa muda masih terjebak di dalam diri tanpa menyadarinya. Perilaku-perilaku ini yang akan menghambat hubungan kita dengan diri sendiri, diri sendiri dengan orang lain, bahkan memengaruhi rutinitas yang ada.
Berikut 7 perilaku orang yang tidak dewasa secara emosional meski sudah bertambah usia.
1. Menyalahkan orang lain
Orang-orang yang punya kecenderungan menyalahkan orang lain adalah salah satu tanda tidak dewasa secara emosional. Mengakui ketika berbuat salah adalah bagian dari menjadi dewasa.
Namun, orang yang tidak dewasa secara emosional akan mengambil langkah untuk menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan. Menurut mereka, menghadapi konsekuensi itu terlalu berat untuk dilakukan.
Untuk menjadi dewasa, kita harus memahami bahwa kita pasti tidak luput dari kesalahan, tidak ada kesempurnaan dalam diri manusia. Jika kita tidak mau mengakui kesalahan yang telah diperbuat, maka kita tidak akan pernah bisa tumbuh.
Tanpa pertumbuhan, kita akan terus terjebak dalam emosi masa kanak-kanak dan tidak menyadari dampak perilaku kita terhadap orang lain.
2. Kesulitan dengan empati
Empati merupakan hal utama dan terpenting untuk menuju kedewasaan emosional.
Memposisikan diri di posisi orang lain, memahami perasaan mereka, dan menanggapinya dengan penuh perhatian, itu akan dilakukan oleh orang yang sudah dewasa secara emosional.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
