Orang terlibat di tengah konflik (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Kebanyakan orang takut terlibat dalam sebuah konflik. Namun, suatu konfllik tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika seseorang terlibat dalam suatu konflik, respon pertama yang dilakukan yaitu mempertahankan diri (self defense) atau melarikan diri. Tetap tenang di antara orang yang terlibat dalam konflik adalah sebuah skill yang sangat penting untuk memastikan agar keduanya berdamai.
Namun, tetap tenang di keadaan konflik itu tidak begitu saja terjadi. Alam bawah sadar kita memilih untuk bagaimana agar tidak terlibat dalam konflik.
Melansir dari Geediting.com pada Kamis (8/5), berikut lima strategi bagaimana tetap tenang di sekitar orang-orang yang sulit.
Dalam hubungan apapun, menetapkan batasan yang jelas itu sangat penting. Hal Ini terutama berlaku saat berinteraksi dengan orang-orang yang sedang terjadi konflik.
Batasan membantu menentukan perilaku apa yang ingin diterima dan apa yang tidak. Batasan ini menegaskan bahwa seorang penengah mempunnyai hak dan kebutuhan.
Misalnya, jika seseorang terus-menerus interupsi atau menyela selama rapat, kita dapat dengan tenang mengungkapkan bahwa kita akan menghargai dapat menyelesaikan poin sebelum mereka menanggapi. Atau, jika seseorang terus-menerus memberikan komentar negatif, kita berhak untuk menerima penjelasan dari mereka.
5. Menunjukkan Empati
Menunjukkan empati merupakan kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Empati adalah alat yang berharga dalam menghadapi terjadinya sebuah konflik.
Ketika dihadapkan dengan individu yang sedang berkonflik, terkadang kita mudah untuk menilai orang itu sebagai orang yang sering terlibat konflik dan mengabaikan perilaku mereka. Tetapi kita tidak mencoba untuk memahami orang itu seperti apa.
Mungkin mereka sedang mengalami masa-masa sulit, atau mereka merasa tidak didengar atau kurang dihargai. Perilaku sulit mereka mungkin hanya merupakan manifestasi dari hal-hal yang sedang mereka lalui.
Dengan berempati kepada mereka, kita dapat lebih mengetahui situasi dengan kebaikan dan pengertian, bukan permusuhan. Tidak berarti kita harus mentolerir perilaku buruk tetapi bisa memahami perspektif mereka dan dapat membantu menanggapi dengan empati, mengurangi konflik, dan memberikan rasa saling menghormati.
Perlu dingat bahwa manusia memiliki masalahnya masing-masing. Sedikit empati dapat sangat membantu dalam menjaga ketenangan di sekitar orang yang sulit.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
