Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 06.37 WIB

5 Strategi Ampuh agar Tetap Tenang saat Berhadapan dengan Orang yang Sedang Konflik

Orang terlibat di tengah konflik (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Kebanyakan orang takut terlibat dalam sebuah konflik. Namun, suatu konfllik tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika seseorang terlibat dalam suatu konflik, respon pertama yang dilakukan yaitu mempertahankan diri (self defense) atau melarikan diri. Tetap tenang di antara orang yang terlibat dalam konflik adalah sebuah skill yang sangat penting untuk memastikan agar keduanya berdamai.

Namun, tetap tenang di keadaan konflik itu tidak begitu saja terjadi. Alam bawah sadar kita memilih untuk bagaimana agar tidak terlibat dalam konflik.

Melansir dari Geediting.com pada Kamis (8/5), berikut lima strategi bagaimana tetap tenang di sekitar orang-orang yang sulit.

Dalam hubungan apapun, menetapkan batasan yang jelas itu sangat penting. Hal Ini terutama berlaku saat berinteraksi dengan orang-orang yang sedang terjadi konflik.

Batasan membantu menentukan perilaku apa yang ingin diterima dan apa yang tidak. Batasan ini menegaskan bahwa seorang penengah mempunnyai hak dan kebutuhan.

Misalnya, jika seseorang terus-menerus interupsi atau menyela selama rapat, kita dapat dengan tenang mengungkapkan bahwa kita akan menghargai dapat menyelesaikan poin sebelum mereka menanggapi. Atau, jika seseorang terus-menerus memberikan komentar negatif, kita berhak untuk menerima penjelasan dari mereka.

5. Menunjukkan Empati

Menunjukkan empati merupakan kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Empati adalah alat yang berharga dalam menghadapi terjadinya sebuah konflik.

Ketika dihadapkan dengan individu yang sedang berkonflik, terkadang kita mudah untuk menilai orang itu sebagai orang yang sering terlibat konflik dan mengabaikan perilaku mereka. Tetapi kita tidak mencoba untuk memahami orang itu seperti apa.

Mungkin mereka sedang mengalami masa-masa sulit, atau mereka merasa tidak didengar atau kurang dihargai. Perilaku sulit mereka mungkin hanya merupakan manifestasi dari hal-hal yang sedang mereka lalui.

Dengan berempati kepada mereka, kita dapat lebih mengetahui situasi dengan kebaikan dan pengertian, bukan permusuhan. Tidak berarti kita harus mentolerir perilaku buruk tetapi bisa memahami perspektif mereka dan dapat membantu menanggapi dengan empati, mengurangi konflik, dan memberikan rasa saling menghormati.

Perlu dingat bahwa manusia memiliki masalahnya masing-masing. Sedikit empati dapat sangat membantu dalam menjaga ketenangan di sekitar orang yang sulit.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore