Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Mei 2025 | 04.43 WIB

Orang yang Jarang Menggunakan Emoji saat Chatting Biasanya Memiliki 7 Kebiasaan Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang jarang menggunakan emoji saat chatting. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang jarang menggunakan emoji saat chatting. (Freepik)



JawaPos.com - Emotikon atau emoji sering dianggap sebagai “gambar yang mewakili ribuan kata”. Di era digital saat ini, emoji kerap digunakan untuk memperjelas emosi dalam pesan singkat maupun unggahan media sosial.

Namun, tak sedikit pula orang yang memilih tidak menggunakannya. Bukan semata-mata karena tidak tahu cara pakainya, tetapi bisa jadi ada alasan psikologis yang melatarbelakanginya.

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang jarang atau bahkan tidak pernah memakai emoji dalam percakapan teks cenderung memiliki pola komunikasi dan kebiasaan tertentu. Kebiasaan ini mencerminkan cara mereka mengekspresikan diri secara lebih dalam.

Jika mengenal seseorang yang cenderung menghindari emoji saat chatting, atau mungkin termasuk salah satu di antaranya, dilansir dari Geediting pada Jumat (2/5), berikut tujuh kebiasaan yang biasanya dimiliki menurut psikologi.

1. Mengutamakan Kejelasan dan Ketepatan dalam Komunikasi

Pengguna emoji sering memakainya sebagai jalan pintas untuk menyampaikan perasaan. Sebaliknya, mereka yang menghindarinya cenderung lebih suka menyampaikan pesan dengan kata-kata yang dipilih secara saksama.

Mereka menilai bahwa hanya kata-kata yang mampu menyampaikan makna dengan akurat. Bagi mereka, simbol tidak cukup mewakili nuansa emosi atau maksud yang ingin disampaikan.

2. Cenderung Lebih Introvert

Psikologi mengungkapkan bahwa orang yang menghindari penggunaan emoji cenderung memiliki sifat introvert. Mereka lebih nyaman mengekspresikan diri dengan tulisan tanpa tambahan simbol.

Gaya komunikasi mereka lebih langsung, satu lawan satu, dan lebih tertutup dalam menunjukkan emosi secara digital. Penggunaan emoji justru bisa terasa berlebihan atau kurang relevan bagi mereka.

3. Menjaga Privasi dalam Komunikasi Digital

Di tengah tren berbagi perasaan secara terbuka di media sosial, memilih tidak menggunakan emoji bisa menjadi bentuk sikap menjaga privasi. Mereka lebih selektif dalam menampilkan ekspresi diri kepada publik.

Bukan berarti tidak ingin terhubung, tetapi mereka memilih cara yang lebih tenang dan tertutup untuk menjaga batas antara dunia pribadi dan digital.

4. Lebih Menyukai Gaya Komunikasi Tradisional

Sebagian orang merasa bahwa percakapan yang mengalir secara alami tanpa hiasan simbol lebih autentik. Mereka cenderung menilai bahwa kata-kata memiliki nilai komunikasi yang lebih murni.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore