
ilustrasi seseorang yang sering tertipu berita palsu/Freepik
JawaPos.com - Di tengah derasnya arus informasi digital, kita semua pernah terpapar oleh video-video mencengangkan di internet. Namun, tidak semua dari kita mampu memilah mana yang nyata dan mana yang manipulatif.
Meski terdengar sepele, nyatanya masih banyak orang yang mudah percaya pada video palsu atau hasil rekayasa. Pertanyaannya: mengapa hal ini bisa terjadi?
Psikologi punya jawabannya. Ada beberapa ciri psikologis yang membuat seseorang lebih rentan tertipu oleh video manipulatif. Menariknya, ini tidak selalu berkaitan dengan tingkat pendidikan atau kecerdasan, melainkan lebih pada cara seseorang berpikir, merasa, dan bereaksi terhadap informasi.
Dilansir JawaPos.com dari laman Blog Herald pada Kamis, 1 Mei 2025. Berikut ini adalah tujuh ciri orang yang cenderung mudah percaya pada video palsu di internet menurut psikologi. Yuk, simak agar kita bisa lebih waspada saat menjelajahi dunia maya.
1. Minim Rasa Skeptis
Salah satu ciri utama adalah kurangnya skeptisisme yang sehat. Orang dengan kecenderungan ini cenderung menerima apa yang mereka lihat atau dengar di internet tanpa bertanya lebih jauh: Apakah ini benar? Siapa pembuatnya? Apa niat di baliknya?
Dalam dunia digital yang memungkinkan siapa saja menjadi "penyebar informasi", skeptisisme adalah tameng utama untuk melawan hoaks dan manipulasi.
Seperti kata Carl Jung:
“Bandul pikiran berosilasi antara akal sehat dan omong kosong, bukan antara benar dan salah.”
Skeptisisme bukan berarti sinis pada segalanya. Ini lebih pada membiasakan diri untuk berpikir dua kali sebelum menelan mentah-mentah sebuah informasi.
2. Tergila-gila Konten Sensasional
Pernah merasa terhibur saat menonton video ekstrem, unik, atau tidak masuk akal? Ternyata, ketertarikan berlebihan terhadap konten sensasional bisa membuat seseorang mudah percaya pada video palsu.
Manusia memang punya kecenderungan alami untuk mencari hal-hal yang mengejutkan dan menghibur. Video pahlawan super dadakan atau kejadian luar biasa sering kali memuaskan dahaga kita akan hal-hal tak biasa.
Psikolog Abraham Maslow pernah mengatakan:
“Pertanyaannya bukan apa yang menumbuhkan kreativitas, tetapi mengapa tidak semua orang bisa kreatif.”

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
