Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 04.05 WIB

Oversharing dan Cara Menghentikannya, Temukan Solusi Terbaik untuk Melampiaskan Perasaan Secara Lebih Sehat

 Ilustrasi seseorang yang oversharing. (freepik) - Image

 Ilustrasi seseorang yang oversharing. (freepik)

JawaPos.com-Sosial media merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencurahkan isi hati. Melalui status teks anda bisa mengungkapkan apa yang sedang dirasakan sehingga perasaan dan trauma bisa menjadi lebih lega untuk sementara.

Menulis perasaan di status sosial media bisa menjadi lebih mudah daripada mengungkapkannya secara langsung. Ditambah lagi media sosial seperti status whatsApp atau X yang bisa dijangkau oleh banyak orang, yang bisa memberikan perasaan lebih diperhatikan.

Namun, terlalu sering mencurahkan perasaan sedih, stres, kecemasan, kekhawatiran karena trauma di media sosial juga bisa menjadi masalah, perilaku tersebut disebut sebagai oversharing.  

Oversharing yang berulang bisa menciptakan jarak dengan orang lain. Perasaan negatif yang dibagikan bisa menular, apalagi jika disebarkan secara luas melalui media sosial

Melampiaskan emosi di media sosial memang sah-sah saja, namun ketika kondisi tersebut dilakukan terus-menerus, orang-orang terdekat anda juga bisa menjadi kewalahan secara emosi untuk mendengarkan cerita anda.

Untuk mengetahui apakah kondisi orang disekitar anda merasa kewalahan karena perilaku oversharing anda, maka perhatikan tanda-tanda berikut berdasarkan laman verywellmind.com

Oversharing bisa menjauhkan orang lain

Berbagi pengalaman traumatis terkadang bisa bermanfaat. Namun anda juga harus berhati-hati agar informasi pribadi yang anda sampaikan tidak sampai membuat orang lain justru merasa tidak nyaman. Perasaan tidak nyaman ini dapat membuat orang lain menjauh karena anda terus menerus menceritakan cerita negatif yang dapat membuat orang lain merasa terbebani. Pada akhirnya, mereka memilih untuk menjauh dari anda, agar tidak terus menerus mendengar cerita lama yang seakan tidak ada ujungnya.

Tanda-tanda anda terlalu oversharing 

Oversharing untuk mencari perhatian atau simpati bisa menjauhkan orang lain karena alasan berikut:

  1. Anda melampiaskan perasaan dengan pemicu yang sama berulang kali tanpa mengintrospeksi diri untuk belajar mengatasi pemicu secara efektif

  • Anda tidak memberi kesempatan pada orang lain untuk memberikan pendapat atau pandangannya tentang pengalaman anda

  • Anda merasa berada di dalam hubungan satu arah, tetapi anda tidak pernah mendengar tentang kehidupan mereka

  • Anda tidak menanyakan kehidupan orang lain, atau tidak memberi ruang kepada mereka untuk meminta nasihat 

  • Orang lain merasa tidak nyaman mendengar rincian trauma yang anda alami

  • Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore