Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 April 2025 | 05.19 WIB

Mengungkap 7 Perilaku Orang yang Sering Diabaikan secara Emosional Tapi Memiliki Keuangan yang Stabil, Simak!

Ciri kepribadian sering diabaikan tapi banyak uang, menurut Psikologi. (freepik) - Image

Ciri kepribadian sering diabaikan tapi banyak uang, menurut Psikologi. (freepik)




JawaPos.com - Di kehidupan sosial, tak sedikit orang yang kerap merasa tersisih atau kurang diperhatikan secara emosional oleh lingkungan sekitar.

Mereka mungkin bukan pusat perhatian dalam pertemanan, atau bahkan terkesan dingin dan sulit didekati.

Namun siapa sangka, justru di balik sikap dingin dan sikap tertutup mereka, tersimpan kekuatan luar biasa dalam mengelola kehidupan, terutama dalam hal keuangan.

Fenomena ini cukup menarik: saat banyak orang bergantung pada dukungan sosial untuk merasa aman, individu yang sering diabaikan secara emosional justru tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan disiplin secara finansial.

Mereka tahu bagaimana menghadapi ketidaknyamanan, belajar dari kesepian, dan menjadikannya motivasi untuk membangun kestabilan ekonomi.

Lalu, apa saja ciri khas perilaku mereka yang membuat keuangan tetap kokoh meski secara emosional sering terabaikan?

Simak 7 perilaku yang jarang disadari ini, atau mungkin salah satunya mencerminkan dirimu!

Melansir dari laman News Reports, orang yang sering diabaikan secara emosional tapi memiliki keuangan yang stabil, biasanya menunjukkan 7 perilaku ini.

Baca Juga: 5 Weton Jujur Hidup Mujur, Kata Primbon Jawa: Hidup Berubah Total dari Melarat Jadi Konglomerat!

1. Kesulitan dalam mengekspresikan emosi

Tumbuh di rumah yang terabaikan secara emosional seringkali dapat menyulitkan untuk mengekspresikan perasaan.

Soalnya, ketika ekspresi emosional tidak didorong, anak-anak cenderung menekan emosi sebagai mekanisme pertahanan.

Anak-anak ini tumbuh menjadi orang dewasa yang berjuang dengan memahami dan mengekspresikan emosi sendiri, hingga dapat menghambat hubungan interpersonal.

Mungkin sulit untuk mengungkapkan perasaan ke dalam kata-kata atau bahkan mengenalinya.

2. Berjuang untuk kesempurnaan

Kebutuhan tak henti-hentinya akan kesempurnaan ini sering kali berasal dari lingkungan yang terabaikan secara emosional.

Ketika dukungan emosional kurang, anak-anak mungkin menyamakan kesuksesan dengan cinta dan penerimaan.

Oleh karena itu, pengejaran kesempurnaan tanpa henti. Tapi penting untuk diingat bahwa semua manusia dan kesalahan adalah bagian dari proses pertumbuhan.

Baca Juga: Ketulusan Hati Mengundang Rezeki: 10 Weton Ini Dikenal Membawa Keberuntungan dan Rezeki Melimpah Berkat Kebaikan Hatinya

3. Kesulitan menetapkan batasan

Tumbuh di rumah di mana kebutuhan emosional diabaikan, cenderung mengabaikan kebutuhan emosional sendiri hingga dewasa. Kita mungkin jadi mudah menyenangkan orang, selalu menempatkan orang lain di atas diri sendiri atau membiarkan orang lain melampaui batas.

Tapi inilah kebenarannya, sangat penting untuk menghormati kebutuhan emosional sendiri dan belajar menetapkan batasan. Itu tidak egois tapi suatu perawatan diri.

4. Ketergantungan yang berlebihan pada validasi eksternal

Kamu mungkin merasa tidak terlihat atau tidak didengar. Hal ini dapat menyebabkan kebiasaan mencari penegasan eksternal sebagai orang dewasa, seperti mendambakan persetujuan dari teman sebaya, kolega, atau bahkan orang asing di media sosial, hanya untuk merasa dilihat atau dihargai.

Harga diri sejati tidak ditentukan oleh validasi eksternal, ini semua tentang memahami dan menerima nilai sendiri, terlepas dari pendapat orang lain.

Baca Juga: Rezekinya Tak Terbendung: 9 Tanggal Lahir Ini Diramal Akan Jadi Kaya Raya dan Penuh Keberuntungan

5. Kesulitan mempercayai orang lain

Ketika tangisan emosional Anda tidak terdengar, percayalah pada orang lain untuk memahami dan mendukung Anda bisa menjadi tantangan.

Akibatnya, mungkin kamu akan menemukan diri berhati-hati atau bahkan skeptis terhadap orang lain, serta ragu-ragu untuk membuka atau berbagi perasaan.

Namun, membangun kepercayaan sangat penting dalam membentuk hubungan yang bermakna.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore