
Ilustrasi seseorang yang sulit akur dengan saudara kandungnya. (Freepik).
JawaPos.com - Membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan saudara kandung sering kali menjadi hal yang sulit dilakukan.
Meskipun sudah berusaha, tak jarang hubungan dengan saudara kandung tetap terasa hambar, berjarak, dan tak bisa lagi harmonis.
Usut punya usut, ternyata masalah ini bisa berakar dari pengalaman masa kecil yang dialami bersama.
Dilansir dari Geediting, telah disebutkan ada tujuh pengalaman masa kecil yang bisa memengaruhi hubungan antara saudara kandung tidak bisa akur.
Penasaran pengalaman masa kecil seperti apakah yang menjadikan hubungan antar saudara kandung tak kunjung membaik? Yuk, simak informasi berikut.
Setiap keluarga memiliki dinamika yang unik. Faktor-faktor seperti sikap orang tua, urutan kelahiran, hingga kepribadian masing-masing anak sangat berperan dalam membentuk hubungan antar saudara.
Ketika kecil, kita seringkali ditempatkan dalam peran tertentu, misalnya sebagai anak sulung yang bertanggung jawab, anak tengah yang cenderung nakal, atau anak bungsu yang dimanja.
Peran-peran ini biasanya terbawa hingga dewasa, dan sering kali memengaruhi cara kita berinteraksi dengan saudara kandung.
Padahal, kita sudah tidak lagi menjadi anak kecil yang terjebak dalam peran tersebut. Dengan memahami hal ini, kita bisa berusaha untuk melihat saudara dengan perspektif yang lebih dewasa dan mengurangi ketegangan yang muncul akibat peran lama.
Tumbuh di tengah keluarga yang cenderung lebih memfavoritkan salah satu saudara bisa meninggalkan luka yang dalam. Misalnya, ketika saya kecil, saya merasa kakak saya lebih diperhatikan karena prestasinya yang luar biasa. Sementara itu, saya yang lebih pendiam dan cenderung menghabiskan waktu dengan buku merasa terabaikan.
Perasaan ini kemudian menumbuhkan kecemburuan dan ketidakamanan dalam diri saya, yang memengaruhi hubungan dengan kakak saya. Kini, setelah menyadari bahwa itu bukan kesalahannya, saya mulai memahami bahwa favoritisme dalam keluarga tidak serta merta mencerminkan ketidakadilan. Namun, perasaan ini tetap meninggalkan bekas yang memengaruhi hubungan kami. Memahami hal ini menjadi langkah penting dalam memperbaiki hubungan kami.
Masa kecil tidak selalu indah. Banyak dari kita yang menghadapi berbagai trauma, baik besar maupun kecil, yang dapat memengaruhi hubungan dengan saudara. Misalnya, kehilangan orang tua, sakit parah dalam keluarga, atau sering pindah rumah karena pekerjaan orang tua. Trauma bersama ini bisa mempererat atau malah menjauhkan hubungan saudara.
Cara setiap saudara mengatasi trauma bisa sangat berbeda. Ada yang menjadi lebih tertutup, ada pula yang justru lebih protektif. Perbedaan cara menghadapi trauma ini sering kali menciptakan ketegangan dalam hubungan yang berlanjut hingga dewasa. Dengan memahami hal ini, kita bisa lebih empati dan mencari jalan untuk membuka percakapan mengenai pengalaman masa kecil yang memengaruhi hubungan kita.
Cara kita berkomunikasi banyak dipengaruhi oleh kebiasaan yang terbentuk sejak kecil. Jika keluarga kita tidak terbiasa dengan komunikasi terbuka, hal ini bisa mempengaruhi hubungan kita dengan saudara hingga saat ini. Misalnya, jika orang tua kita menghindari konflik, kita mungkin merasa kesulitan untuk membicarakan masalah secara langsung dengan saudara.
Sebaliknya, jika keluarga kita terlalu sering terlibat dalam konflik, kita mungkin lebih sering terlibat dalam perdebatan yang tidak perlu. Mengenali gaya komunikasi yang terbentuk sejak kecil bisa membantu kita memahami mengapa kita sering bertengkar atau merasa sulit berhubungan dengan saudara kandung. Dengan pemahaman ini, kita bisa mulai memperbaiki cara berkomunikasi agar lebih sehat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
