Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 19.46 WIB

Orang yang Menggigit Kuku saat Gugup Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku ini Menurut Psikologi

Ilustrasi tujuh perilaku umum yang dilakukan orang yang menggigit kuku saat gugup menurut psikologi. - Image

Ilustrasi tujuh perilaku umum yang dilakukan orang yang menggigit kuku saat gugup menurut psikologi.

JawaPos.com - Kebiasaan menggigit kuku saat merasa cemas bukan sekedar kebiasaan yang tidak disadari.

Percaya atau tidak, kebiasaan yang tampaknya sederhana ini sebenarnya dapat mengungkapkan lebih banyak tentang sifat dan perilaku kepribadian seseorang.

Kebiasaan menggigit kuku tidak selalu buruk. Tanpa sadar, mungkin itu hanya mekanisme penanganan bawah sadar yang telah Anda adaptasi dari waktu ke waktu. Psikologi telah menjelaskan hal ini.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh perilaku umum yang dilakukan orang yang menggigit kuku saat gugup menurut psikologi.

1. Perfeksionis

Orang yang suka menggigit kuku sering kali termasuk dalam kategori perfeksionis. Mungkin kedengarannya mengejutkan, tapi beginilah masalahnya. Orang yang perfeksionis dikenal karena kecenderungan mereka untuk berpikir berlebihan dan mengkhawatirkan hal-hal kecil.

Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman dan cemas, dan cara paling mudah untuk mengatasi perasaan ini, yaitu dengan menggigit kuku. Menurut psikologi, kebiasaan ini mungkin merupakan perwujudan keinginan Anda untuk mengendalikan dan mencapai ketepatan dalam setiap aspek kehidupan.

Ini adalah cara Anda mengatasi stres yang muncul karena menginginkan segalanya berjalan sebagaimana mestinya.

2. Tingkat stres yang tinggi

Psikologi menunjukkan bahwa menggigit kuku dapat menjadi manifestasi fisik dari stres mental. Ini adalah cara sederhana dan bawah sadar bagi tubuh kita untuk mengatasi perasaan luar biasa yang mungkin kita alami.

Jika Anda mendapati diri Anda lebih sering menggigiti kuku selama periode stres tinggi, mungkin itu cara tubuh Anda berkata, "Hei, kami merasa sedikit stres. Mari kita mundur sejenak dan bersantai." Kuku Anda mungkin saja merupakan barometer stres tak terduga yang tidak pernah Anda ketahui.

3. Takut akan konfrontasi

Kesadaran bahwa kebiasaan menggigit kuku dapat dikaitkan dengan rasa takut terhadap konfrontasi merupakan semacam peringatan. Gagasan untuk membela diri, menyatakan pendapat, atau sekadar mengatakan 'tidak' bisa sangat menakutkan bagi sebagian dari kita.

Menggigit kuku hanyalah cara tubuh kita untuk mengatasi rasa takut yang terpendam. Perilaku ini mungkin merupakan upaya bawah sadar untuk menjaga diri kita tetap 'terkendali'.

Seolah-olah kita mencoba secara fisik mencegah diri kita mengatakan atau melakukan sesuatu yang mungkin kita sesali nanti. Meskipun itu adalah hal yang sulit untuk diterima. Namun, menghadapi ketakutan sering kali merupakan langkah pertama untuk mengatasinya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore