
Ilustrasi cara cerdas menghemat uang ala seorang kelas menengah bawah. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu melihat seseorang di supermarket yang sibuk membandingkan harga lewat ponsel, lalu mengembalikan beberapa barang ke rak sebelum membayar?
Momen seperti itu menunjukkan betapa cermatnya sebagian orang dalam mengatur keuangan, khususnya mereka yang berasal dari kalangan menengah bawah.
Kondisi keuangan yang terbatas membuat mereka terbiasa memaksimalkan setiap rupiah. Di balik itu, ternyata banyak kebiasaan cerdas yang bisa dijadikan inspirasi dalam mengelola keuangan sehari-hari.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (16/4), berikut ini sembilan cara hemat ala kelas menengah bawah yang patut dicoba.
1. Membuat Anggaran yang Terencana
Mengatur anggaran bukan berarti membatasi diri, melainkan mengetahui ke mana saja uang mengalir. Sebagian orang memilih mencatat kebutuhan wajib seperti sewa, asuransi, dan belanja pokok, lalu memisahkannya dengan pengeluaran untuk hiburan atau hobi.
Dengan melihat anggaran secara jelas, seseorang bisa mengendalikan pengeluaran dan mengurangi stres akibat keuangan yang tidak terpantau. Selain itu, hal ini dapat mencegah kebiasaan belanja impulsif saat sedang tertekan.
2. Belanja Secara Terencana
Kebiasaan belanja tanpa rencana bisa membuat pengeluaran membengkak. Kelas menengah bawah biasanya sangat teliti dalam memilih barang, membandingkan harga, hingga memanfaatkan promo atau kupon diskon.
Mereka juga terbiasa membuat daftar belanja sesuai kebutuhan, sehingga tidak tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak perlu. Cara ini terbukti ampuh menekan pengeluaran tanpa mengurangi kebutuhan pokok.
3. Mengadopsi Gaya Hidup Minimalis
Gaya hidup minimalis kini bukan hanya tren, tetapi juga kebutuhan. Banyak orang dari kalangan menengah bawah yang akhirnya memilih hidup sederhana, bukan karena terpaksa, tetapi karena sadar akan manfaatnya.
Memiliki barang secukupnya membuat hidup lebih praktis, rumah lebih rapi, dan pengeluaran pun berkurang. Prinsipnya sederhana: setiap barang di rumah harus punya fungsi atau memberi kebahagiaan.
4. Belajar Memperbaiki Barang Sendiri
Alih-alih langsung membeli yang baru, sebagian orang memilih memperbaiki barang rusak secara mandiri. Mulai dari menjahit pakaian robek, memperbaiki perabotan, hingga instalasi ringan di rumah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
