Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 13.04 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Terlahir Jadi Pemimpin Sejati Sudah Meninggalkan 7 Kebiasaan Ini di Tempat Kerja

Ilustrasi pemimpin yang dihormati. (Freepik)


JawaPos.com–Menjadi pemimpin bukan cuma soal jabatan atau keputusan besar. Kadang, justru hal-hal kecil yang tanpa sadar kita lakukan bisa menghambat kita jadi pemimpin yang dihormati.

Beberapa kebiasaan ini mungkin sudah seperti refleks karena sudah lama dilakukan, kita nggak sadar dampaknya. Tapi kalau kamu benar-benar ingin berkembang sebagai pemimpin yang disegani, saatnya introspeksi dan mulai berbenah.

Berikut tujuh kebiasaan yang perlu kamu tinggalkan supaya bisa jadi pemimpin yang lebih baik, dikutip dari Small Business Bonfire, Selasa (15/4).

1. Suka Menyalahkan Orang Lain

Yuk, jujur dulu siapa sih yang nggak pernah nyalahin orang lain saat ada masalah? Apalagi kalau suasananya lagi panas dan tekanan tinggi. Tapi pemimpin sejati justru akan berdiri paling depan saat ada kesalahan, bukan cari kambing hitam.

Mengambil tanggung jawab memang nggak gampang, tapi itu yang bikin kamu dihormati. Orang akan lebih percaya pada pemimpin yang bisa bilang, Ini salah saya, dibanding yang langsung tunjuk jari. Dari kesalahanlah kita belajar dan tumbuh, dan tim kamu pasti akan lebih respek sama kamu kalau kamu berani mengakui kekeliruan.

2. Menutup Telinga dari Masukan

Pernah merasa sudah paling tahu segalanya? Hati-hati. Kadang kita merasa semua baik-baik saja, padahal orang lain melihat hal berbeda.

Masukan meskipun menyakitkan, adalah alat penting buat berkembang. Kalau kamu selalu menolak kritik, kamu bisa terjebak di zona nyaman dan nggak sadar kalau ada hal-hal yang perlu diperbaiki.

Pemimpin sejati bukan cuma mau dengar pujian, tapi juga siap menerima kritik demi kemajuan tim dan dirinya sendiri.

3. Terlalu Mengontrol Segalanya (Micromanaging)

Kalau kamu sering merasa kalau nggak gue yang kerjain, pasti salah, hati-hati. Itu tanda kamu belum percaya sama timmu.

Micromanaging bikin anggota tim merasa nggak dipercaya, dan itu bisa mematikan kreativitas mereka. Pemimpin sejati tahu kapan harus turun tangan dan kapan harus mundur.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore