
Ilustrasi anak orang kaya. (Pexels)
JawaPos.com – Menjadi anak orang kaya mungkin menjadi dambaan bagi sebagian orang. Hidupnya terlihat begitu mewah dan tidak pernah mengalami kesulitan apapun.
Mungkin memang benar menjadi anak orang kaya membuat mereka memiliki akses menuju banyak peluang. Tapi, mengutip dari laman Psychology Today yang ditulis oleh Barton Goldsmith seorang psikoterapis, anak yang tumbuh dari kalangan atas justru menghadapi tantangan yang kerap luput dari perhatian.
Barton mengungkap dampak dari tantangan tersebut bisa menyasar pada kesehatan mental, pembentukan jati diri, hingga hubungan sosial. Lalu, tantangan seperti apa yang dialami oleh anak-anak dari golongan konglomerat dari kacamata psikologi?
1. Tekanan untuk Berhasil
Tantangan yang tak bisa dihindari oleh anak orang kaya adalah tekanan untuk berhasil. Orang tua kerap mengharapkan anak-anak mereka juga mampu meraih kesuksesan seperti apa yang telah mereka capai.
Tekanan ini bisa menimbulkan semangat juang, tetapi juga di sisi lain memicu kecemasan maupun depresi. Menurut studi Journal of Youth and Adolescence, dibandingkan dengan teman sebayanya, anak yang lahir dari keluarga kaya punya tekanan untuk sukses lebih tinggi.
Sebagai orang tua, ketimbang menekankan anak harus sukses, akan lebih baik jika mendorong buah hati mengejar minat mereka.
2. Minim Privasi
Status keluarga dan kekayaan sering kali menjadi pusat perhatian banyak orang. Imbasnya, anak-anak orang kaya harus siap kehilangan privasi mereka.
Sebagian dari mereka tak bisa menjalani masa kecil layaknya anak dari kalangan biasa. Alhasil mereka mulai merasa kesepian. Journal of Adolescence menyebutkan, anak orang kaya harus bersikap sangat hati-hati ketika berada di ruang publik karena merasa hidupnya diawasi.
Oleh sebab itu lah, peneliti menekankan agar orang tua mengambil langkah bijaksana demi melindungi privasi keluarga.
3. Krisis Identitas
Anak orang kaya memang mudah untuk menggapai berbagai akses yang diinginkan. Namun bukan artinya hidup mereka seketika mulus tanpa halangan.
Mereka yang lahir dari keluarga super kaya tetap merasakan sulitnya menemukan tujuan serta makna hidup. Banyak hal yang harus mereka sesuaikan, mulai dari ekspektasi orang tua hingga lingkaran sosial. Proses pembentukan identitas pribadi pun akhirnya semakin sulit terwujud.
4. Kesulitan Memahami Nilai Kerja Keras dan Risiko Minim Empati

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
