Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 April 2025 | 00.07 WIB

Orang yang Dibesarkan oleh Orang Tua yang Mengendalikan dan Terlalu Ketat Sering Kali Memiliki 8 Sifat Ini Seumur Hidup

Ilustrasi seseorang yang besarkan oleh orang tua yang mengendalikan dan terlalu ketat (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang besarkan oleh orang tua yang mengendalikan dan terlalu ketat (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Tumbuh dengan orang tua yang terlalu ketat dan suka mengendalikan bisa membentuk karakter seseorang hingga dewasa. Tidak hanya soal aturan yang ketat, tetapi juga bagaimana anak merespons lingkungan dan membangun kepribadiannya.

Dampak dari pola asuh semacam ini tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, banyak yang tanpa sadar membawa sifat-sifat tertentu sepanjang hidupnya.

Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (31/3), berikut adalah delapan sifat yang sering dimiliki oleh mereka yang dibesarkan dalam lingkungan penuh aturan dan kontrol.

1. Perfeksionisme Menjadi Bagian dari Diri

Hidup di bawah aturan ketat membuat seseorang selalu berada dalam tekanan untuk tidak berbuat salah. Setiap keputusan dan tindakan mendapat evaluasi ketat. Sedikit saja kesalahan, bisa langsung menuai teguran.

Akibatnya, mereka yang tumbuh dalam lingkungan ini cenderung mengembangkan sifat perfeksionis. Bukan hanya ingin menjadi yang terbaik, tetapi lebih kepada ketakutan akan kegagalan. Kesalahan kecil saja bisa memicu kecemasan berlebih.

Dalam jangka panjang, ini bisa membuat seseorang terobsesi pada kendali dan merasa takut gagal dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pekerjaan maupun hubungan sosial.

2. Kesulitan Menjadi Mandiri

Anak yang dibesarkan oleh orang tua yang suka mengendalikan cenderung terbiasa diarahkan dalam segala hal. Mulai dari apa yang harus dikenakan, makanan yang boleh dimakan, hingga siapa yang boleh dijadikan teman.

Akibatnya, saat dewasa mereka sering mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan sendiri. Hal-hal sederhana seperti memilih menu makan atau menentukan film yang akan ditonton bisa terasa sulit.

Tanpa disadari, mereka cenderung menunggu orang lain membuat keputusan untuk mereka. Namun, dengan kesadaran dan latihan, sifat ini bisa diatasi sehingga seseorang bisa lebih percaya diri dalam menentukan pilihannya sendiri.

3. Rasa Cemas dalam Interaksi Sosial

Dibesarkan dalam lingkungan penuh kontrol bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dalam situasi sosial. Sejak kecil, mereka terbiasa dipantau dan dikritik atas tindakan mereka.

Tak heran jika banyak dari mereka yang akhirnya tumbuh dengan kecemasan sosial. Mereka merasa takut melakukan kesalahan atau khawatir akan dinilai negatif oleh orang lain.

Namun, dengan memahami sumber ketakutan ini, seseorang bisa mulai melatih kepercayaan diri dan mengembangkan keterampilan sosial yang lebih sehat.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore