
7 Pengalaman Masa Kecil yang Memengaruhi Kepercayaan Diri Anda Saat Dewasa
JawaPos.com - Kepercayaan diri jarang muncul begitu saja. Biasanya, rasa yakin pada diri sendiri terbentuk dari berbagai momen kecil yang terjadi sejak dini.
Pengalaman masa kecil, baik yang menyenangkan maupun yang menantang, dapat membentuk cara anda melihat diri sendiri dan menghadapi dunia.
Dari cara orang tua mendidik hingga interaksi dengan teman sebaya, semua itu menciptakan fondasi bagi kepercayaan diri yang akan terbawa hingga dewasa.
Dilansir dari Blog Herald pada Jumat (28/3) berikut adalah beberapa momen masa kecil yang memiliki dampak besar terhadap kepercayaan diri saat anda sudah dewasa.
1. Memiliki Orang Dewasa yang Selalu Percaya pada Anda
Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi kepercayaan diri adalah keberadaan sosok yang selalu melihat potensi anda. Orang ini bisa jadi orang tua, guru, atau anggota keluarga lainnya yang tidak hanya memberikan pujian, tetapi juga benar-benar percaya bahwa anda mampu.
Psikolog Daniel Goleman menekankan pentingnya "pembinaan emosional," yaitu ketika seorang dewasa mendukung anak secara sabar dan penuh empati. Jika anda pernah merasakan dorongan semangat dari orang-orang di sekitar, kemungkinan besar anda tumbuh dengan perasaan mampu menghadapi berbagai tantangan.
Sebaliknya, jika tidak ada yang mendukung anda secara konsisten, mungkin hingga dewasa, anda masih sering ragu dengan kemampuan diri sendiri.
2. Mendengar Komentar Kasar yang Menyinggung
Pernahkah ada yang berkata kepada anda, "Kamu tidak akan pernah pandai dalam hal itu," atau "Kamu pemalas"? Kata-kata seperti ini sering kali melekat dalam pikiran anak-anak dan menjadi keyakinan yang terbawa hingga dewasa.
Psikolog Carl Rogers menyebutkan bahwa konsep diri seseorang sering kali terbentuk dari bagaimana mereka merasa dinilai oleh orang lain.
Jika di masa kecil anda sering mendapat label negatif, bukan tidak mungkin hingga sekarang anda masih merasa terbatas oleh anggapan tersebut. Pengalaman masa kecil semacam ini bisa membuat anda menghindari tantangan karena takut gagal atau merasa tidak cukup baik.
3. Dibandingkan dengan Saudara atau Teman
Jika sejak kecil anda sering dibandingkan dengan saudara atau teman, itu bisa meninggalkan bekas yang mendalam. Misalnya, jika kakak anda selalu berprestasi di sekolah sementara anda lebih unggul di bidang lain, tetapi orang tua hanya menyoroti prestasi akademik kakak anda, hal itu bisa memengaruhi cara anda melihat diri sendiri.
Seiring waktu, perbandingan ini dapat menciptakan pola pikir bahwa anda selalu kalah atau tertinggal. Ada yang menanggapinya dengan berusaha keras untuk membuktikan diri, sementara yang lain menjadi takut untuk mencoba.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
