
Ilustrasi seorang boomer yang serang mengirim pesan whatsapp
JawaPos.com - WhatsApp telah menjadi aplikasi komunikasi utama di berbagai generasi, termasuk generasi baby boomer (lahir antara 1946-1964).
Namun, seiring berkembangnya teknologi dan cara komunikasi yang lebih efisien, banyak kebiasaan generasi boomer dalam menggunakan WhatsApp yang kini dianggap tidak masuk akal oleh generasi yang lebih muda.
Dilansir Small Biz Technology pada Kamis (27/3), terdapat tujuh kebiasaan WhatsApp yang masih dilakukan generasi boomer tetapi sudah dianggap ketinggalan zaman.
1. Mengirim Pesan Berantai yang Tidak Jelas Kebenarannya
Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan oleh generasi boomer adalah meneruskan pesan berantai yang sering kali berisi hoaks, mitos kesehatan, atau berita yang belum terverifikasi.
Misalnya, pesan yang mengklaim bahwa bawang putih bisa menyembuhkan segala macam penyakit atau bahwa ada nomor WhatsApp yang bisa meretas akun hanya dengan menelepon.
Generasi muda cenderung lebih skeptis terhadap informasi yang tidak memiliki sumber terpercaya, sementara generasi boomer lebih mudah percaya dan langsung membagikannya tanpa memverifikasi kebenarannya.
2. Menggunakan Stiker yang Tidak Relevan atau Berlebihan
Stiker WhatsApp memang seru untuk menambah ekspresi dalam percakapan, tetapi generasi boomer sering menggunakannya secara berlebihan atau tidak relevan dengan konteks obrolan.
Misalnya, mereka mengirim stiker "Selamat pagi" yang terlalu besar atau berisi gambar animasi yang berkedip-kedip.
Selain itu, beberapa dari mereka juga masih menggunakan stiker default yang kuno atau tidak memahami kapan waktu yang tepat untuk mengirim stiker, sehingga percakapan terasa kurang nyaman.
3. Menggunakan Voice Note yang Terlalu Panjang
Fitur voice note (pesan suara) di WhatsApp memang praktis, tetapi generasi boomer sering menyalahgunakannya dengan mengirim pesan suara yang sangat panjang, bahkan hingga beberapa menit.
Alih-alih mengetik pesan singkat atau mengirim beberapa voice note pendek, mereka sering berbicara panjang lebar dengan nada seperti sedang berbicara langsung, tanpa mempertimbangkan bahwa lawan bicara mungkin sedang sibuk dan tidak bisa langsung mendengarkan.
4. Menggunakan Kata-Kata Formal dalam Percakapan Santai

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
