Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Maret 2025 | 00.21 WIB

7 Kebiasaan Pesan WhatsApp Generasi Boomer yang Kadang Membuat Generasi Di Bawahnya Geleng-geleng Kepala, Apa Sajakah Itu?

Ilustrasi seorang boomer yang serang mengirim pesan whatsapp - Image

Ilustrasi seorang boomer yang serang mengirim pesan whatsapp

JawaPos.com - WhatsApp telah menjadi aplikasi komunikasi utama di berbagai generasi, termasuk generasi baby boomer (lahir antara 1946-1964).

Namun, seiring berkembangnya teknologi dan cara komunikasi yang lebih efisien, banyak kebiasaan generasi boomer dalam menggunakan WhatsApp yang kini dianggap tidak masuk akal oleh generasi yang lebih muda.

Dilansir Small Biz Technology pada Kamis (27/3), terdapat tujuh kebiasaan WhatsApp yang masih dilakukan generasi boomer tetapi sudah dianggap ketinggalan zaman.

1. Mengirim Pesan Berantai yang Tidak Jelas Kebenarannya

Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan oleh generasi boomer adalah meneruskan pesan berantai yang sering kali berisi hoaks, mitos kesehatan, atau berita yang belum terverifikasi.

Misalnya, pesan yang mengklaim bahwa bawang putih bisa menyembuhkan segala macam penyakit atau bahwa ada nomor WhatsApp yang bisa meretas akun hanya dengan menelepon.

Generasi muda cenderung lebih skeptis terhadap informasi yang tidak memiliki sumber terpercaya, sementara generasi boomer lebih mudah percaya dan langsung membagikannya tanpa memverifikasi kebenarannya.

2. Menggunakan Stiker yang Tidak Relevan atau Berlebihan

Stiker WhatsApp memang seru untuk menambah ekspresi dalam percakapan, tetapi generasi boomer sering menggunakannya secara berlebihan atau tidak relevan dengan konteks obrolan.

Misalnya, mereka mengirim stiker "Selamat pagi" yang terlalu besar atau berisi gambar animasi yang berkedip-kedip.

Selain itu, beberapa dari mereka juga masih menggunakan stiker default yang kuno atau tidak memahami kapan waktu yang tepat untuk mengirim stiker, sehingga percakapan terasa kurang nyaman.

3. Menggunakan Voice Note yang Terlalu Panjang

Fitur voice note (pesan suara) di WhatsApp memang praktis, tetapi generasi boomer sering menyalahgunakannya dengan mengirim pesan suara yang sangat panjang, bahkan hingga beberapa menit.

Alih-alih mengetik pesan singkat atau mengirim beberapa voice note pendek, mereka sering berbicara panjang lebar dengan nada seperti sedang berbicara langsung, tanpa mempertimbangkan bahwa lawan bicara mungkin sedang sibuk dan tidak bisa langsung mendengarkan.

4. Menggunakan Kata-Kata Formal dalam Percakapan Santai

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore