Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 17.35 WIB

Orang yang Terlihat Bahagia di Sosmed Tapi Sebenarnya Sedang Mengalami Kesulitan di Dunia Nyata Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang tampak begitu bahagia di dunia maya (freepik/stockking) - Image

Ilustrasi orang yang tampak begitu bahagia di dunia maya (freepik/stockking)

JawaPos.com - Kita semua tahu bahwa media sosial hanya menampilkan sebagian dari cerita. Namun terkadang kita mudah melupakannya. Beberapa orang tampak begitu bahagia di dunia maya, selalu tersenyum, selalu mengunggah tentang kehidupan mereka yang menakjubkan.

Namun di balik layar, segala sesuatunya tidak selalu sesempurna yang terlihat. Berjuang dalam diam lebih umum daripada yang kita kira. Dan sering kali, ada tanda-tanda halus yang tersembunyi dalam cara seseorang menampilkan dirinya secara daring.

Dengan memperhatikan perilaku ini, kita dapat belajar melihat lebih dari sekadar permukaan, dan bahkan mungkin menunjukkan sedikit lebih banyak kebaikan dan pengertian kepada mereka yang sangat membutuhkannya.

Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit pada Kamis (27/3), berikut delapan perilaku orang yang tampak bahagia di dunia maya tetapi sebenarnya sedang mengalami kesulitan di dunia nyata.

1. Mereka memposting konten yang terlalu positif atau inspiratif

Kita semua menyukai kutipan motivasi yang bagus atau kisah hidup yang bahagia. Namun terkadang, ketika seseorang terus-menerus mengunggah tentang betapa hebatnya segala sesuatu, hal itu dapat menjadi cara untuk menutupi kesulitan mereka.

Orang yang benar-benar bahagia tidak selalu merasa perlu membuktikannya. Namun, mereka yang sedang berjuang mungkin menggunakan postingan yang terlalu positif sebagai cara untuk meyakinkan diri sendiri (dan orang lain), bahwa semuanya baik-baik saja.

Bukan berarti bersikap positif itu buruk. Namun, jika seseorang hanya berbagi hal-hal baik dan tidak pernah mengakui kesulitannya, mungkin ada baiknya kita memeriksanya. Terkadang, orang-orang yang terlihat paling bahagia secara daring adalah orang-orang yang merasa paling tersesat dalam kehidupan nyata.

2. Mereka selalu online namun jarang terlibat secara nyata

Beberapa orang punya kebiasaan untuk selalu online, selalu memposting, selalu menggulir layar. Di permukaan, mereka tampak sangat aktif di media sosial. Namun pada kenyataannya, mereka berjuang dan menggunakannya sebagai pelarian.

Mereka menyukai dan mengomentari postingan, tetapi tidak akan benar-benar terlibat dalam percakapan yang mendalam. Mereka menghindari membicarakan tentang apa yang sebenarnya ia rasakan dan malah mengalihkan perhatian dengan terus-menerus menyegarkan feed.

Sebenarnya, terus-terusan online tidak membuat mereka merasa lebih terhubung, malah membuatnya merasa lebih kesepian. Orang-orang yang tampak bahagia di dunia maya tetapi sedang berjuang di dunia nyata sering melakukan hal yang sama. Mereka selalu ada, tetapi tidak pernah benar-benar hadir.

3. Mereka dengan hati-hati mengatur postingan mereka agar terlihat sempurna

Beberapa orang tidak hanya mengunggah foto di media sosial, mereka menciptakan citra. Setiap foto diedit, setiap teks ditulis dengan cermat, dan setiap momen yang dibagikan merupakan cuplikan momen terbaik dalam hidup mereka.

Penelitian telah menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan orang untuk mengedit dan mengatur postingan mereka, semakin besar kemungkinan mereka merasa terputus dari jati diri mereka yang sebenarnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore