Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 13.10 WIB

Rahasia Psikologi: 8 Cara Tetap Tenang Saat Konflik

Ilustrasi seseorang yang sedang mencoba berpikir tenang di tengah gejolak emosi. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang mencoba berpikir tenang di tengah gejolak emosi. (Freepik)

JawaPos.com - Ketika menghadapi konflik, kebanyakan orang cenderung terpancing emosi.

Namun, ada orang-orang tertentu yang tetap tenang dan tidak mudah terbawa suasana. Mereka bukan berarti tidak peduli atau kurang emosional, tetapi justru memiliki pemahaman mendalam tentang sifat dasar manusia.

Mereka memahami bagaimana emosi bekerja dan bagaimana mengendalikan diri agar tidak memperburuk situasi.

Jika kamu ingin menjadi seseorang yang lebih tenang dan bijak saat konflik, berikut adalah delapan hal yang harus kamu pahami tentang psikologi manusia dalam situasi tegang.

Dilansir dari laman Geediting, Rabu (26/03), berikut adalah delapan hal yang dipahami orang-orang yang tetap tenang saat konflik:

1. Emosi Itu Menular

Pernahkah kamu merasa stres hanya karena berada di sekitar orang yang juga stres? Ini terjadi karena adanya emotional contagion, atau penularan emosi. Orang yang tetap tenang saat konflik sadar bahwa emosi negatif bisa menyebar dengan mudah.

Mereka mengontrol emosi mereka sendiri agar tidak ikut terpancing suasana. Dengan tetap tenang, mereka juga bisa membantu menenangkan orang lain di sekitar mereka.

2. Setiap Orang Punya Perspektif Berbeda

Dalam konflik, sering kali kita merasa bahwa sudut pandang kita adalah yang paling benar. Namun, orang yang tetap tenang mengerti bahwa setiap individu melihat dunia dari perspektif yang berbeda, berdasarkan pengalaman hidup mereka sendiri.

Mereka tidak langsung bereaksi defensif, tetapi mencoba memahami alasan di balik pendapat lawan bicara. Dengan pendekatan ini, konflik bisa berubah menjadi diskusi yang lebih produktif.

3. Mendengarkan Lebih Kuat dari Berbicara

Banyak orang ingin memenangkan argumen dengan berbicara lebih banyak. Tapi, mereka yang tetap tenang dalam konflik justru memahami bahwa mendengarkan lebih kuat daripada berbicara.

Menurut Harvard Business Review, mendengarkan secara aktif dapat menciptakan ruang komunikasi yang lebih aman dan terbuka. Orang yang tenang tahu bahwa dengan memahami lawan bicara lebih dulu, mereka bisa merespons dengan lebih bijak.

4. Konflik Bukan Hal Buruk

Banyak orang melihat konflik sebagai sesuatu yang negatif. Namun, mereka yang tetap tenang memahami bahwa konflik bisa menjadi peluang untuk pertumbuhan dan perubahan.

Konflik bisa membuka masalah tersembunyi, menghasilkan solusi inovatif, dan memperkuat hubungan jika dikelola dengan baik. Mereka tidak menghindari konflik, tetapi menghadapinya dengan kepala dingin dan sikap terbuka.

5. Semua Orang Sedang Berjuang dengan Masalahnya Sendiri

Pernah mendengar pepatah "Setiap orang sedang berjuang dalam pertempuran yang tidak kita ketahui"?

Orang yang tetap tenang saat konflik memahami bahwa kemarahan atau ketegangan lawan bicara bisa jadi berasal dari masalah pribadi yang tidak ada hubungannya dengan mereka. Ini membuat mereka lebih sabar dan tidak langsung bereaksi emosional saat menghadapi orang yang sedang marah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore