Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Maret 2025 | 02.22 WIB

Psikologi Pola Asuh: Anak yang Tidak Diajarkan untuk Percaya Diri Cenderung Mengadopsi 7 Perilaku Ini Ketika Dewasa

Anak yang Tidak Diajarkan untuk Percaya Diri Cenderung Mengadopsi 7 Perilaku Ini Ketika Dewasa

JawaPos.com - Perjalanan dari masa kanak-kanak hingga dewasa penuh dengan pelajaran dan pengalaman. Salah satu yang paling penting, tapi sering kali diabaikan, adalah belajar untuk percaya pada diri sendiri.

Anak yang tidak diajarkan untuk percaya diri sejak kecil akan tumbuh dengan berbagai tantangan yang memengaruhi cara mereka berpikir, bertindak, dan berinteraksi dengan orang lain.

Dalam dunia psikologi pola asuh, peran orang tua sangat besar dalam membentuk kepribadian anak. Setiap kata, tindakan, dan sikap mereka menjadi dasar bagi anak dalam memahami dirinya sendiri dan lingkungannya.

Sayangnya, ketika tanggung jawab orang tua dalam menanamkan kepercayaan diri kurang dipenuhi, anak bisa tumbuh dengan kebiasaan yang justru menghambat mereka di masa dewasa.

Dilansir dari News Reports pada Minggu (23/3) berikut adalah tujuh perilaku yang sering muncul pada anak yang tidak diajarkan untuk percaya diri setelah mereka dewasa.

1. Terlalu Bergantung pada Orang Lain

Bila sejak kecil seseorang tidak dibiasakan untuk mempercayai naluri dan kemampuannya, maka saat dewasa mereka cenderung ragu dalam mengambil keputusan sendiri. Mereka akan selalu mencari validasi dari orang lain, bahkan untuk hal-hal kecil.

Dalam ilmu parenting, penting bagi anak untuk diberikan ruang dalam mengambil keputusan sejak dini. Jika tidak, mereka akan sulit mandiri dan selalu membutuhkan persetujuan dari orang lain dalam menjalani hidup. Ini bukan tentang meminta saran, tetapi tentang ketidakmampuan mereka untuk percaya pada pilihan sendiri.

2. Berjuang Melawan Perfeksionisme

Perfeksionisme sering kali berakar pada ketidakpercayaan diri. Seseorang yang tidak pernah diberi kepercayaan untuk membuat keputusan sendiri bisa tumbuh dengan rasa takut yang besar terhadap kesalahan.

Dalam dunia psikologi pola asuh, anak yang tidak pernah diberi kesempatan untuk belajar dari kesalahannya sendiri sering kali mengalami kecemasan saat dewasa. Mereka cenderung menghabiskan waktu terlalu lama untuk memastikan segalanya sempurna, karena takut akan kritik atau kegagalan.

3. Kesulitan Menegakkan Batasan

Menetapkan batasan dalam hubungan dan kehidupan sehari-hari adalah keterampilan penting. Namun, anak yang tidak diajarkan untuk percaya diri sering kali kesulitan dalam hal ini. Mereka takut mengatakan "tidak" karena tidak yakin apakah keputusan mereka benar atau apakah mereka berhak menetapkan batasan tertentu.

Dalam ilmu parenting, anak-anak seharusnya diajarkan untuk mengenali dan menghargai kebutuhan serta perasaan mereka sendiri. Jika tidak, mereka bisa tumbuh menjadi orang yang sulit membela diri dan cenderung membiarkan orang lain melewati batas mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore