Ilustrasi senang karena dihargai (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kita semua tentu ingin dihargai. Rasanya tidak ada satu orang pun yang senang jika terus-menerus diremehkan atau tidak dianggap serius. Kamu pasti sudah memahami betapa pentingnya saling menghargai, baik kepada orang lain maupun diri sendiri.
Namun, sering kali tanpa kita sadari, justru sikap dan kebiasaan kita sendiri yang membuat orang lain sulit untuk memberikan penghormatan kepada kita. Inilah akar dari segalanya.
Jika kamu sendiri tidak bisa menghargai diri sendiri atau berperilaku dengan baik, jangan heran jika orang lain pun tidak memberikan respek yang kamu harapkan.
Dilansir dari kanal YouTube Satu Persen - Indonesian Life School, ada beberapa cara supaya kita lebih dihormati dan tidak diremehkan, mengingat perasaan tidak dihargai itu sangat menyakitkan.
Mengapa Kita Tidak Dihargai?
1. Selalu Mengiyakan Segala Hal karena Tidak Enakan
Kamu mungkin berpikir bahwa selalu siap membantu orang lain menunjukkan bahwa kamu bisa diandalkan. Namun, kenyataannya, hal ini justru sering dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitar. Jika kamu selalu mengiyakan permintaan tanpa batas, orang lain akan melihatmu sebagai seseorang yang tidak memiliki batasan atau boundary. Mereka bisa saja menganggap waktumu tidak berharga dan kamu tidak memiliki kesibukan lain.
Banyak dari kita melakukan ini karena takut menolak. Bukan karena kita benar-benar baik, tetapi karena kita takut dijauhi, takut tidak punya teman, atau takut dinilai buruk di pekerjaan.
Namun, jika terus-terusan seperti ini, justru yang datang ke hidup kita adalah orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan kita. Maka dari itu, mulai sekarang belajarlah untuk mengatakan "tidak" ketika diperlukan.
2. Terlalu Banyak Mengeluh
Curhat dan mengungkapkan perasaan tentu hal yang wajar. Namun, jika terlalu sering mengeluhkan kesedihan, drama hidup, atau masalah pribadi, orang lain bisa merasa jenuh. Bukannya mendapat simpati, justru bisa membuat mereka menjauh karena melihat kita sebagai pribadi yang penuh dengan negativitas dan tidak bisa menangani masalah sendiri.
Bukan berarti kita tidak boleh marah, sedih, atau menangis. Namun, yang penting adalah bagaimana kita mengelola emosi dengan cara yang sehat. Jika ingin mengeluh, lakukanlah dengan cara yang tidak mengganggu orang lain. Jangan menjadikan keluhan sebagai satu-satunya cara untuk menghadapi hidup. Cara kita mengatasi kesulitan mencerminkan seberapa sehat mekanisme koping yang kita miliki.
3. Tidak Percaya Diri dan Meremehkan Diri Sendiri
Banyak orang yang sebenarnya memiliki pencapaian atau kemampuan luar biasa, tetapi malah merasa tidak percaya diri. Mereka takut terlihat sombong, takut dikomentari, sehingga akhirnya menutup-nutupi potensi mereka. Padahal, jika kita sendiri tidak mengakui kelebihan yang dimiliki, orang lain pun tidak akan melihat kita sebagai seseorang yang pantas dihormati.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
