Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Maret 2025 | 16.30 WIB

Orang yang Dibesarkan dalam Keluarga Keras dan Disiplin Tinggi Biasanya Menerapkan 5 Sikap Berikut

Ilustrasi orang yang dibesarkan dalam keluarga yang kuat. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang dibesarkan dalam keluarga yang kuat. (Freepik)

JawaPos.com – Bila seseorang terus-menerus mengkritik Anda, Anda tahu mereka kasar. Bila keluarga Anda menghakimi setiap tindakan Anda, Anda merasakan tekanan. Itulah dasar-dasar tumbuh dalam keluarga yang ketat.

Namun, masalahnya tidak sesederhana itu. Jiwa manusia adalah jaringan rumit yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu. Dengan membaca yang tersirat, kita dapat melihat pola tertentu muncul pada mereka yang menghadapi penghakiman dan kekerasan dalam keluarga.

Dilansir dari laman Geediting, berikut 5 sikap seseorang yang dibesarkan dalam keluarga keras hingga disiplin tinggi.

1. Memiliki ketahanan mental yang sangat tinggi

Hidup bisa tidak terduga bagaikan roller coaster, Namun saat semuanya cerah dan indah tiba-tiba Anda berada di tengah badai, berjuang untuk tetap bertahan.

Inilah masalahnya mereka yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kritis telah belajar menghadapi badai ini dengan ketahanan yang luar biasa .mereka telah mengalami badai emosi yang cukup besar di rumah.

Mereka telah diuji dan diuji dalam ujian penilaian dan kekerasan keluarga, yang menggandakan ketahanan emosional mereka. Namun, itu tidak berarti mereka kebal terhadap rasa sakit emosional.

Justru sebaliknya. Mereka merasakan sesuatu secara mendalam, bahkan mungkin lebih dari yang lain, tetapi mereka telah belajar untuk bertahan melewati badai daripada ditelan olehnya.

Mereka dapat mengetahui kapan angin perubahan akan datang, beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan keadaan, dan mereka ahli dalam memasang wajah tegar saat keadaan menjadi sulit.

2. Sangat perfeksionisme

Dorongan untuk mencapai kesempurnaan ini sering kali berasal dari tumbuh dalam keluarga yang keras dan suka menghakimi.

Ketika cinta dan penerimaan bersifat bersyarat, berdasarkan pemenuhan standar yang tinggi, Anda secara alami mengembangkan kecenderungan untuk berjuang mencapai kesempurnaan.

Menariknya, para psikolog telah menemukan hubungan kuat antara perfeksionisme dan tumbuh dalam lingkungan di mana persetujuan diperoleh alih-alih diberikan secara Cuma-Cuma.

Faktanya, sebuah studi yang diterbitkan dalam satu jurnal menemukan bahwa orang yang mengalami pola asuh keras lebih cenderung mengembangkan kecenderungan perfeksionis.

Jadi, jika Anda merasa terjebak dalam lingkaran mengejar kesempurnaan, bisa jadi itu karena masa lalu Anda memengaruhi masa kini Anda.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore