Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Maret 2025 | 18.15 WIB

Orang yang Fasih Banyak Bahasa alias Poliglot Biasanya Memiliki 7 Keistimewaan Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang fasih banyak bahasa. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang fasih banyak bahasa. (Freepik)

JawaPos.com – Ada pesona tersendiri bagi mereka yang menguasai banyak bahasa. Dengan fasih dalam banyak bahasa, seseorang tak hanya mampu berkomunikasi dengan orang lokal di negara lain.

Kemampuan untuk fasih dalam berbagai bahasa ternyata juga membentuk cara berpikir, memahami, dan berinteraksi secara lebih luas. 

Menurut psikologi, seseorang yang fasih dalam beberapa bahasa sering menunjukkan beberapa ciri khas yang membedakan mereka.

Dilansir dari Geediting, berikut beberapa ciri unik yang dimiliki oleh seseorang yang fasih dalam banyak Bahasa alias poliglot.

  1. Fleksibilitas kognitif

Menurut psikologi, kemampuan seseorang yang fasih dalam beberapa bahasa meningkatkan fleksibilitas kognitif. Artinya, kemampuan untuk beralih antara pemikiran konsep yang berbeda, atau memikirkan banyak konsep sekaligus. 

Individu multibahasa terbiasa beralih antar bahasa, latihan mental yang mengasah fleksibilitas kognitif mereka. 

Seperti kata psikolog Jean Piaget, tujuan pendidikan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi menciptakan kemungkinan bagi anak untuk menemukan dan menciptakan hal baru.

  1. Peningkatan sensitivitas budaya

Menjadi seseorang yang fasih dalam berbagai bahasa, membuat seseorang ikut memahami budaya dengan lebih mendalam.

Kemampuan berbicara bahasa asing dengan fasih akan membawa seseorang menjadi lebih memahami bagaimana cara berpikir masyarakat lokal.

Dengan begitu, anda bisa lebih memahami budaya mereka lebih baik pula. Alhasil, tak hanya fasih dalam bahasa, tetapi kepekaan dalam budaya juga akan meningkat.

  1. Pengambilan keputusan yang lebih baik

Semakin banyak bahasa yang kita kuasai, semakin banyak alat yang kita miliki untuk menganalisis sebuah keputusan yang akan dibuat.

Saat kita berbicara bahasa yang berbeda, pikiran kita memproses informasi secara berbeda. Ketangkasan mental ini meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan. 

Daniel Kahneman, psikolog dan pemenang Nobel, menjelaskan gagasan tentang berpikir cepat dan lambat. Fasih dalam banyak bahasa memungkinkan kita memanfaatkan kedua sistem ini.

  1. Ahli multitasking

Dalam sebuah studi, peneliti menemukan bahwa orang multibahasa lebih baik dalam mengerjakan banyak tugas dibandingkan dengan orang monolingual. 

Beralih antar bahasa berfungsi sebagai latihan otak. Ketangkasan mental yang diperoleh dari mengelola banyak bahasa dapat diterjemahkan ke dalam kemampuan multitasking dunia nyata.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore