
Ilustrasi orang yang fasih banyak bahasa. (Freepik)
JawaPos.com – Ada pesona tersendiri bagi mereka yang menguasai banyak bahasa. Dengan fasih dalam banyak bahasa, seseorang tak hanya mampu berkomunikasi dengan orang lokal di negara lain.
Kemampuan untuk fasih dalam berbagai bahasa ternyata juga membentuk cara berpikir, memahami, dan berinteraksi secara lebih luas.
Menurut psikologi, seseorang yang fasih dalam beberapa bahasa sering menunjukkan beberapa ciri khas yang membedakan mereka.
Dilansir dari Geediting, berikut beberapa ciri unik yang dimiliki oleh seseorang yang fasih dalam banyak Bahasa alias poliglot.
Menurut psikologi, kemampuan seseorang yang fasih dalam beberapa bahasa meningkatkan fleksibilitas kognitif. Artinya, kemampuan untuk beralih antara pemikiran konsep yang berbeda, atau memikirkan banyak konsep sekaligus.
Individu multibahasa terbiasa beralih antar bahasa, latihan mental yang mengasah fleksibilitas kognitif mereka.
Seperti kata psikolog Jean Piaget, tujuan pendidikan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi menciptakan kemungkinan bagi anak untuk menemukan dan menciptakan hal baru.
Menjadi seseorang yang fasih dalam berbagai bahasa, membuat seseorang ikut memahami budaya dengan lebih mendalam.
Kemampuan berbicara bahasa asing dengan fasih akan membawa seseorang menjadi lebih memahami bagaimana cara berpikir masyarakat lokal.
Dengan begitu, anda bisa lebih memahami budaya mereka lebih baik pula. Alhasil, tak hanya fasih dalam bahasa, tetapi kepekaan dalam budaya juga akan meningkat.
Semakin banyak bahasa yang kita kuasai, semakin banyak alat yang kita miliki untuk menganalisis sebuah keputusan yang akan dibuat.
Saat kita berbicara bahasa yang berbeda, pikiran kita memproses informasi secara berbeda. Ketangkasan mental ini meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan.
Daniel Kahneman, psikolog dan pemenang Nobel, menjelaskan gagasan tentang berpikir cepat dan lambat. Fasih dalam banyak bahasa memungkinkan kita memanfaatkan kedua sistem ini.
Dalam sebuah studi, peneliti menemukan bahwa orang multibahasa lebih baik dalam mengerjakan banyak tugas dibandingkan dengan orang monolingual.
Beralih antar bahasa berfungsi sebagai latihan otak. Ketangkasan mental yang diperoleh dari mengelola banyak bahasa dapat diterjemahkan ke dalam kemampuan multitasking dunia nyata.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
