Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 22.26 WIB

Orang yang Selalu Khawatir tentang Apa yang Orang Lain Pikirkan tentang Mereka Sering Menunjukkan 7 Perilaku yang Merusak Diri ini

Ilustrasi tujuh perilaku umum yang kerap ditunjukkan oleh orang-orang yang selalu mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka. - Image

Ilustrasi tujuh perilaku umum yang kerap ditunjukkan oleh orang-orang yang selalu mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka.

JawaPos.com - Kita semua peduli pada apa yang dipikirkan orang lain tentang kita sampai batas tertentu. Namun, beberapa orang mengalami kekhawatiran yang berlebihan.

Perasaan ini dapat mengarahkan pada perilaku merusak diri sendiri yang menghambat pertumbuhan pribadi dan profesional. Ketika Anda khawatir tentang pendapat orang lain, Anda bertindak tidak sesuai dengan jati diri Anda, dan semakin khawatir tentang tanggapan orang lain.

Dilansir dari Small Business Bonfire, terdapat tujuh perilaku umum yang kerap ditunjukkan oleh orang-orang yang selalu mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka.

1. Terus mencari validasi

Wajar saja jika ingin mendapat persetujuan dari orang lain, tetapi mereka yang menghabiskan terlalu banyak energi mengkhawatirkan pendapat orang lain, kerap terjebak dalam keinginan untuk selalu mencari validasi. Perilaku ini terwujud dalam berbagai cara.

Bisa saja dengan mengunggah postingan berlebihan di media sosial demi mendapat like, mengubah penampilan atau perilaku agar diterima, atau bahkan menyetujui pendapat yang sebenarnya tidak Anda pegang.

Masalah dengan perilaku ini adalah bahwa hal itu dapat melelahkan dan sering kali tidak memuaskan. Anda mengejar suatu bentuk penerimaan yang bersifat sementara dan bergantung pada persepsi orang lain.

Itu seperti mencoba mengisi ember yang berlubang di dasarnya. Kunci untuk mengatasi perilaku merusak diri sendiri ini adalah dengan mulai memvalidasi diri sendiri. Ini tentang mengenali nilai dan harga diri Anda sendiri, terlepas dari pendapat orang lain.

2. Menganalisis secara berlebihan setiap interaksi

Setiap percakapan merupakan ladang ranjau, setiap tanggapan merupakan potensi kritik. Mereka akan memutar ulang interaksi itu berulang-ulang dalam pikirannya, menganalisis setiap kata dan gerakan, mencoba menguraikan apa yang mungkin dipikirkan orang lain tentangnya.

Misalnya, perbincangan sederhana dengan seorang kolega tentang suatu proyek akan berubah menjadi postmortem yang penuh kecemasan. Ini adalah perilaku klasik yang ditunjukkan oleh mereka yang terlalu mengkhawatirkan pendapat orang lain.

Menganalisis secara berlebihan tidak hanya menguras energi Anda tetapi juga memicu siklus negatif keraguan dan ketakutan terhadap diri sendiri.

Cara untuk mulai memutus siklus ini adalah dengan menyadari bahwa kebanyakan orang terlalu sibuk dengan kehidupan mereka sendiri untuk memperhatikan setiap gerakan Anda. Sekalipun mereka menghakiminya, pendapat mereka bukanlah penilaian pasti tentang harga diri dan kemampuan Anda.

3. Takut melakukan kesalahan

Mereka yang terlalu peduli dengan pendapat orang lain sering kali mengembangkan rasa takut yang melumpuhkan untuk membuat kesalahan. Mereka memandang kesalahan sebagai kegagalan pribadi dan sumber potensial untuk dicemooh, bukannya peluang untuk bertumbuh.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore