
Ilustrasi tujuh perilaku umum yang kerap ditunjukkan oleh orang-orang yang selalu mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka.
JawaPos.com - Kita semua peduli pada apa yang dipikirkan orang lain tentang kita sampai batas tertentu. Namun, beberapa orang mengalami kekhawatiran yang berlebihan.
Perasaan ini dapat mengarahkan pada perilaku merusak diri sendiri yang menghambat pertumbuhan pribadi dan profesional. Ketika Anda khawatir tentang pendapat orang lain, Anda bertindak tidak sesuai dengan jati diri Anda, dan semakin khawatir tentang tanggapan orang lain.
Dilansir dari Small Business Bonfire, terdapat tujuh perilaku umum yang kerap ditunjukkan oleh orang-orang yang selalu mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka.
1. Terus mencari validasi
Wajar saja jika ingin mendapat persetujuan dari orang lain, tetapi mereka yang menghabiskan terlalu banyak energi mengkhawatirkan pendapat orang lain, kerap terjebak dalam keinginan untuk selalu mencari validasi. Perilaku ini terwujud dalam berbagai cara.
Bisa saja dengan mengunggah postingan berlebihan di media sosial demi mendapat like, mengubah penampilan atau perilaku agar diterima, atau bahkan menyetujui pendapat yang sebenarnya tidak Anda pegang.
Masalah dengan perilaku ini adalah bahwa hal itu dapat melelahkan dan sering kali tidak memuaskan. Anda mengejar suatu bentuk penerimaan yang bersifat sementara dan bergantung pada persepsi orang lain.
Itu seperti mencoba mengisi ember yang berlubang di dasarnya. Kunci untuk mengatasi perilaku merusak diri sendiri ini adalah dengan mulai memvalidasi diri sendiri. Ini tentang mengenali nilai dan harga diri Anda sendiri, terlepas dari pendapat orang lain.
2. Menganalisis secara berlebihan setiap interaksi
Setiap percakapan merupakan ladang ranjau, setiap tanggapan merupakan potensi kritik. Mereka akan memutar ulang interaksi itu berulang-ulang dalam pikirannya, menganalisis setiap kata dan gerakan, mencoba menguraikan apa yang mungkin dipikirkan orang lain tentangnya.
Misalnya, perbincangan sederhana dengan seorang kolega tentang suatu proyek akan berubah menjadi postmortem yang penuh kecemasan. Ini adalah perilaku klasik yang ditunjukkan oleh mereka yang terlalu mengkhawatirkan pendapat orang lain.
Menganalisis secara berlebihan tidak hanya menguras energi Anda tetapi juga memicu siklus negatif keraguan dan ketakutan terhadap diri sendiri.
Cara untuk mulai memutus siklus ini adalah dengan menyadari bahwa kebanyakan orang terlalu sibuk dengan kehidupan mereka sendiri untuk memperhatikan setiap gerakan Anda. Sekalipun mereka menghakiminya, pendapat mereka bukanlah penilaian pasti tentang harga diri dan kemampuan Anda.
3. Takut melakukan kesalahan
Mereka yang terlalu peduli dengan pendapat orang lain sering kali mengembangkan rasa takut yang melumpuhkan untuk membuat kesalahan. Mereka memandang kesalahan sebagai kegagalan pribadi dan sumber potensial untuk dicemooh, bukannya peluang untuk bertumbuh.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
