Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Maret 2025 | 04.30 WIB

Sering Mengkritik Diri Sendiri: 7 Tanda Bahaya yang Menunjukkan Perilaku Toxic Terhadap Diri Sendiri

Ilustrasi orang yang kurang memiliki harga diri. (Freepik)

JawaPos.com – Terlalu kritis pada diri sendiri tanpa menyadarinya dapat membuat kita merasa tidak bahagia, merusak kepercayaan diri, dan membuat hidup lebih sulit daripada seharusnya.

Dilansir dari Times of India, toxic terhadap diri sendiri dapat terjadi ketika kita tanpa sadar melakukan kebiasaan yang membahayakan kebahagiaan kita. Perilaku ini dapat menurunkan rasa percaya diri, hubungan, dan menghalangi kita mencapai potensi terbaik.

Mengenali tanda-tanda ini dapat menjadi langkah awal untuk membebaskan diri dan meningkatkan kesehatan mental dan emosional kita. Berikut adalah tujuh tanda peringatan bahwa kita mungkin bersikap terlalu kritis pada diri sendiri.

  1. Terlalu sering meminta maaf tanpa ada kesalahan

Terus meminta maaf meskipun kita tidak melakukan kesalahan apapun dapat menjadi tanda bahwa kita memiliki harga diri yang rendah atau ketakutan akan percakapan sulit. Ini mungkin karena kita merasa bertanggung jawab atas hal-hal yang diluar kendali kita.

Jika ada orang yang dengan sengaja mendorong kita, tetapi kita justru menjadi pihak yang meminta maaf, itu dapat menunjukkan bahwa kitalah yang bersalah. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini membuat kita merasa lebih kecil dan kurang percaya diri.

  1. Selalu menerima perilaku ketidakadilan

Entah dalam hubungan, pekerjaan, atau pencapaian pribadi, jika kita terus menerima ketidakadilan yang dapat merugikan kita, itu membuat kita selalu takut akan kegagalan atau merasa tertolak.

Hal ini seiring berjalannya waktu membuat kita percaya bahwa kita tidak layak untuk mendapatkan kesempatan atau perlakuan yang lebih baik. Dengan bertahan di lingkungan yang membuat kita tidak bahagia, membuat kita tidak dapat tumbuh dan berkembang.

Oleh karena itu, kita perlu memahami nilai diri kita sendiri dan memiliki tujuan yang jelas, sehingga dapat membantu kita untuk terbebas dari siklus yang tidak menguntungkan tersebut.

  1. Terlalu sering mengecek ponsel tanpa alasan

Jika kita terus-menerus mengecek ponsel, bahkan ketika kita tahu tidak ada pesan terbaru, atau tidak ada alasan jelas untuk melakukannya, itu bisa menjadi tanda kecemasan atau kebutuhan akan validasi orang lain.

Kebiasaan mencari kepastian dari orang lain dapat menyebabkan stres yang tidak perlu. Itu menunjukkan ketergantungan pada respons orang lain untuk merasa dihargai. Berfokus pada hubungan dan aktivitas nyata dapat membantu mengurangi kebiasaan ini.

  1. Menerima kritik terlalu personal

Kritik yang membangun dapat terasa seperti serangan pribadi jika kita sedang berjuang melawan keraguan diri. Alih-alih melihat umpan balik sebagai peluang untuk berkembang, kita mungkin menganggapnya sebagai hal yang menunjukkan bahwa kita tidak cukup baik.

Oleh karena itu, kita perlu belajar memisahkan umpan balik dari nilai pribadi, karena dapat membantu kita menggunakan kritik untuk keuntungan kita sendiri daripada membiarkannya merusak kepercayaan diri kita.

  1. Mengabaikan perawatan diri dan merasa buruk

Jika kita merasa tidak memiliki waktu untuk merawat diri sendiri, itu mungkin pertanda bahwa kita tidak percaya bahwa diri kita pantas mendapatkan kebaikan. Banyak orang mengabaikan kebutuhan dasar mereka, berpikir bahwa istirahat adalah hal yang egois.

Orang yang terlalu keras kepada diri sendiri seringkali merasa bersalah karena bersantai dengan melakukan hal yang menyenangkan. Namun, perawatan diri sebenarnya bukan hal kemewahan, tetapi itu penting untuk kesejahteraan kita.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore