Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 13.44 WIB

8 Tipe Orang yang Tidak Layak Diberi Kesempatan Kedua Menurut Psikologi, Salah Satunya Tukang Bohong

Ilustrasi, orang yang hidup dalam kebohongan. (Freepik/ rawpixel.com).

 
 
JawaPos.com - Kita sering diajarkan untuk memaafkan dan memberi kesempatan kedua. Tapi kenyataannya, tidak semua orang layak untuk itu.
 
Psikologi menunjukkan bahwa pola perilaku seseorang di masa lalu adalah indikator terbaik dari tindakan mereka di masa depan. 
 
Jika seseorang terus-menerus menyakiti, memanipulasi, atau mengkhianati Anda, kemungkinan besar mereka akan melakukannya lagi.
 
Ya, memang ita semua pernah melakukan kesalahan—itu bagian dari hidup. Kadang, orang pantas mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. Tapi sayangnya, tidak semua orang benar-benar berubah.
 
Beberapa orang justru terus mengulangi kesalahan yang sama, mengabaikan kepercayaan, atau bahkan memanfaatkan kebaikan orang lain. Memberi mereka kesempatan lagi hanya akan membawa lebih banyak kekecewaan.
 
Jadi, bagaimana cara membedakan orang yang layak diberi kesempatan kedua dan yang tidak? 
 
Berikut adalah tipe orang yang sebaiknya tidak lagi diberi ruang dalam hidup Anda, dikutip dari Blog Herald, Kamis (13/3).
 
1. Pembohong yang Tidak Pernah Jera
 
Kepercayaan adalah dasar dari setiap hubungan, baik itu pertemanan, percintaan, maupun pekerjaan. Sayangnya, pembohong kronis selalu menemukan alasan untuk memutarbalikkan fakta demi keuntungan mereka sendiri.
 
Mereka bisa berjanji untuk berubah, tapi ujung-ujungnya kembali ke kebiasaan lama. Jika seseorang sudah sering membohongi Anda, percayalah bahwa itu bukan kesalahan sesaat—itu bagian dari sifat mereka.
 
2. Manipulator yang Memainkan Perasaan Anda
 
Pernah merasa bersalah atas sesuatu yang sebenarnya bukan salah Anda? Bisa jadi Anda sedang berhadapan dengan seorang manipulator. Mereka ahli dalam membelokkan situasi agar Anda merasa bertanggung jawab atas masalah mereka.
 
Mereka tidak akan berubah, karena mereka menikmati kekuatan yang mereka miliki atas Anda. Jika seseorang terus-menerus membuat Anda merasa bersalah atau meragukan diri sendiri, jangan beri mereka kesempatan lagi.
 
3. Pengkhianat yang Tidak Menyesal
 
Selingkuh atau mengkhianati kepercayaan bukan hanya tentang godaan, tapi juga tentang karakter. Riset menunjukkan bahwa orang yang pernah selingkuh tiga kali lebih mungkin melakukannya lagi.
 
Jika seseorang mengkhianati Anda lebih dari sekali, itu bukan kecelakaan—itu pilihan sadar. Tidak peduli seberapa tulus permintaan maaf mereka, kepercayaan yang telah hancur sulit untuk dibangun kembali.
 
4. Si Tukang Serap Energi
 
Ada orang-orang yang setiap kali muncul, hanya membawa masalah dan drama. Mereka tidak pernah punya hal positif untuk ditawarkan, hanya meminta perhatian, waktu, dan tenaga Anda tanpa memberi balasan yang setimpal.
 
Jika setelah berinteraksi dengan seseorang Anda selalu merasa lelah dan terkuras secara emosional, mungkin saatnya untuk menjaga jarak. Persahabatan dan hubungan seharusnya bersifat timbal balik, bukan beban sepihak.
 
5. Orang yang Menghancurkan Kepercayaan Anda
 
Kepercayaan adalah sesuatu yang butuh waktu lama untuk dibangun, tetapi bisa hancur dalam sekejap. Jika seseorang mengkhianati Anda dengan menyebarkan rahasia, meninggalkan Anda di saat sulit, atau sengaja menyakiti Anda, itu tanda jelas bahwa mereka tidak menghargai hubungan tersebut.
 
Memaafkan itu baik, tetapi memberi kesempatan kedua kepada seseorang yang sudah membuktikan bahwa mereka tidak bisa dipercaya hanya akan membuka pintu bagi luka baru.
 
6. Mereka yang Hanya Datang Saat Butuh Sesuatu
 
Pernah punya teman yang hanya muncul ketika mereka butuh bantuan? Awalnya mereka mungkin bertanya kabar, tapi ujung-ujungnya selalu ada permintaan di baliknya.
 
Orang-orang seperti ini tidak benar-benar peduli pada Anda, mereka hanya melihat Anda sebagai sumber bantuan. Hubungan seharusnya berdasarkan kepedulian dan ketulusan, bukan kepentingan sesaat.
 
7. Orang yang Tidak Pernah Mengakui Kesalahan
 
Semua orang pernah salah, tapi yang membedakan adalah bagaimana mereka menghadapinya. Ada orang-orang yang selalu menyalahkan orang lain, mencari alasan, atau bahkan memposisikan diri sebagai korban.
 
Berurusan dengan orang seperti ini melelahkan, karena mereka tidak pernah benar-benar belajar dari kesalahan. Tanpa tanggung jawab, tidak ada perubahan—dan tanpa perubahan, mereka hanya akan mengulang kesalahan yang sama.
 
 
8. Mereka yang Membuat Anda Merasa Tidak Berharga
 
Orang yang tepat akan membuat Anda merasa didukung dan dihargai. Tapi ada juga orang yang terus-menerus mengkritik, meremehkan, atau membuat Anda merasa tidak cukup baik.
 
Mereka mungkin membungkusnya sebagai "canda" atau "kejujuran," tapi jika interaksi dengan mereka selalu membuat Anda merasa buruk tentang diri sendiri, itu bukan hubungan yang sehat.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore