
seseorang yang tumbuh dengan mandiri./: Freepik/benzoix
JawaPos.com - Tidak semua pola asuh yang efektif terlihat “hangat” atau konvensional di mata masyarakat.
Beberapa orang tua justru melakukan hal-hal yang sekilas tampak tidak lazim—bahkan terkesan keras atau terlalu santai.
Namun menurut berbagai pendekatan dalam psikologi perkembangan, pola asuh semacam ini sering kali membentuk anak yang tumbuh menjadi pribadi mandiri, tangguh, dan percaya diri.
Alih-alih langsung menjelaskan semuanya, orang tua ini sering balik bertanya:
“Menurutmu bagaimana?”
“Apa solusi yang bisa kamu coba?”
Metode ini mendorong anak berpikir kritis dan belajar mengambil keputusan sendiri. Dalam jangka panjang, anak terbiasa mengandalkan proses berpikirnya, bukan bergantung pada arahan terus-menerus.
3. Memberi Tanggung Jawab Sejak Dini
Beberapa orang tua tampak “kejam” karena meminta anak membereskan kamar sendiri, membantu pekerjaan rumah, atau mengatur jadwalnya sendiri.
Padahal, tanggung jawab kecil yang konsisten membangun rasa kompetensi. Anak belajar bahwa ia mampu mengurus dirinya sendiri.
4. Tidak Terlalu Mengontrol Pilihan Anak
Orang tua yang membesarkan anak mandiri biasanya tidak mendikte setiap pilihan: jurusan sekolah, hobi, bahkan gaya berpakaian (dalam batas wajar).
Mereka memberi arahan, tetapi keputusan akhir sering kali diserahkan pada anak. Ini membantu anak belajar memikul konsekuensi dari pilihannya sendiri.
5. Tidak Menjadikan Anak sebagai Pusat Dunia
Orang tua yang sehat secara psikologis tetap memiliki kehidupan pribadi: karier, pertemanan, dan hobi.
Anak belajar bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka tidak tumbuh dengan keyakinan bahwa dunia akan selalu menyesuaikan diri dengan mereka.
6. Mengizinkan Anak Merasa Tidak Nyaman
Anak yang terlalu dilindungi sering kali kesulitan menghadapi tekanan dunia nyata. Orang tua yang membangun kemandirian tidak langsung menghilangkan semua ketidaknyamanan.
Misalnya, mereka tidak selalu turun tangan saat anak mengalami konflik kecil dengan teman. Mereka membiarkan anak belajar menyelesaikannya sendiri.
7. Konsisten dengan Batasan
Orang tua yang membesarkan anak mandiri cenderung tegas terhadap aturan. Bukan keras, tetapi konsisten.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
