
seseorang yang menjadi individu sejati./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di dunia modern, tekanan untuk “menjadi seperti yang lain” semakin kuat. Media sosial, norma sosial, budaya kerja, bahkan sistem pendidikan sering mendorong individu untuk menyesuaikan diri, bukan mengekspresikan keunikan diri.
Konsep konformitas menjadi standar, sementara keaslian diri (authenticity) justru sering dianggap sebagai risiko sosial.
Namun dalam psikologi, menjadi individu sejati—seseorang yang hidup selaras dengan nilai, identitas, dan kepribadian autentiknya—bukan hanya soal kebebasan berekspresi.
Ini adalah fondasi kesehatan mental, stabilitas emosi, dan pertumbuhan psikologis jangka panjang.
Sayangnya, banyak manfaat dari keaslian diri ini sering diremehkan atau tidak disadari.
Dilansir dari Geediting pada Senin (2/2), terdapat delapan manfaat psikologis yang mendalam dari menjadi individu sejati di dunia yang menginginkan Anda untuk menyesuaikan diri.
1. Regulasi Emosi yang Lebih Sehat
Dalam psikologi, menekan identitas diri disebut sebagai emotional suppression. Ketika seseorang berpura-pura menjadi “versi sosial” dirinya, otak berada dalam kondisi stres kronis karena harus terus mengelola konflik antara diri autentik dan diri sosial.
Menjadi individu sejati memungkinkan emosi mengalir secara alami:
Tidak perlu berpura-pura bahagia
Tidak perlu menyembunyikan ketidaksetujuan
Tidak perlu menciptakan persona palsu
Secara neurologis, ini menurunkan aktivitas stres pada sistem limbik dan mengurangi kelelahan mental (mental fatigue). Individu autentik cenderung memiliki regulasi emosi yang lebih stabil dan risiko burnout psikologis yang lebih rendah.
2. Identitas Diri yang Lebih Kokoh
Psikologi perkembangan (Erik Erikson) menyebut bahwa salah satu krisis terbesar manusia adalah identity vs role confusion. Individu yang terlalu sering menyesuaikan diri akan membangun identitas berbasis penerimaan sosial, bukan nilai internal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022