
seseorang yang menjadi aktivis online./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di era digital, aktivisme tidak lagi terbatas pada turun ke jalan, menghadiri diskusi publik, atau terlibat langsung dalam kegiatan sosial.
Kini, cukup dengan ponsel dan koneksi internet, seseorang bisa menyuarakan opini, membagikan petisi, mengunggah konten edukatif, hingga mengkritik kebijakan publik melalui media sosial. Fenomena ini dikenal sebagai online activism atau digital activism.
Namun, psikologi sosial mengenal juga istilah slacktivism atau clicktivism, yaitu bentuk partisipasi sosial yang lebih bersifat simbolik dan minim keterlibatan nyata.
Artinya, seseorang aktif menyuarakan isu secara online, tetapi jarang atau bahkan tidak pernah terlibat dalam aksi nyata di dunia offline.
Menariknya, berbagai kajian psikologi menunjukkan bahwa kecenderungan ini sering berkaitan dengan pola kepribadian tertentu.
Dilansir dari Kamis (29/1), terdapat 9 ciri kepribadian yang sering ditemukan pada individu yang lebih memilih menjadi aktivis online dibandingkan mengambil tindakan nyata secara langsung.
1. Kebutuhan Tinggi Akan Validasi Sosial
Orang dengan kebutuhan validasi sosial yang tinggi cenderung mencari pengakuan dari lingkungan sekitar. Media sosial menyediakan ruang instan untuk itu: like, share, komentar, dan followers.
Mengunggah konten aktivisme memberi mereka:
Rasa dihargai
Perasaan "menjadi orang baik"
Identitas moral yang terlihat publik
Secara psikologis, ini disebut sebagai external validation seeking behavior, yaitu kecenderungan membangun harga diri dari respons orang lain, bukan dari kepuasan batin atau tindakan nyata.
2. Identitas Moral yang Bersifat Simbolik
Mereka memiliki kebutuhan untuk terlihat sebagai pribadi yang bermoral, peduli, dan berprinsip. Namun, identitas moral ini lebih bersifat simbolik daripada operasional.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
