Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Mei 2026 | 18.27 WIB

Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Aparat Israel: Disetrum, Diborgol, dan Dipaksa Berlutut

Rombongan kapal Global Sumud Flotilla di perairan Siprus, Mediterania Timur. (Dok/Thoudy Badai/Republika) - Image

Rombongan kapal Global Sumud Flotilla di perairan Siprus, Mediterania Timur. (Dok/Thoudy Badai/Republika)

JawaPos.com - Aktivis yang ditahan dari Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza mengalami sengatan listrik serta kekerasan fisik dan psikologis selama berada dalam tahanan Israel, menurut kesaksian yang didokumentasikan oleh kelompok hak asasi Israel, Adalah.

Adalah pada Rabu (20/5) menyatakan sedikitnya tiga aktivis dirawat di rumah sakit dengan luka serius, sementara puluhan lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk dan kesulitan bernapas akibat kekerasan selama penahanan.

Adalah mengatakan tim hukumnya telah mengumpulkan kesaksian yang saling sesuai mengenai penggunaan sengatan listrik berulang terhadap para aktivis yang ditahan.

Kelompok itu juga mendokumentasikan laporan bahwa para tahanan dipaksa berada dalam posisi yang menyakitkan dan menghinakan selama pemindahan mereka ke Pelabuhan Ashdod, termasuk berjalan sambil membungkuk penuh ke depan dan berlutut dalam waktu lama.

Menurut Adalah, otoritas Israel juga secara paksa melepas jilbab beberapa aktivis perempuan yang ikut dalam armada tersebut.

Kelompok itu menyebut para tahanan diperkirakan akan dihadapkan pada pengadilan atau otoritas terkait pada Kamis untuk meninjau status penahanan mereka sebelum prosedur deportasi dilakukan.

Sebelumnya pada Rabu, Adalah menuduh otoritas Israel menjalankan kebijakan kriminal berupa penyiksaan dan penghinaan.

Tuduhan tersebut muncul setelah video yang dibagikan di media sosial oleh Otoritas Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menunjukkan para aktivis berlutut dengan tangan diborgol di belakang punggung dan wajah menghadap lantai sementara lagu kebangsaan Israel diputar.

Para aktivis dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod setelah Israel mencegat Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

Informasi mengenai lokasi, status hukum, dan kondisi para tahanan juga “sangat dibatasi,” menurut Adalah.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore