Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Desember 2025 | 06.09 WIB

Orang yang Jarang Merasa Dicintai Saat Kecil Biasanya Menunjukkan 7 Kebiasaan Ini Saat Dewasa, Menurut Psikologi

ilustrasi orang yang jarang merasa dicintai sejak kecil (Geediting) - Image

ilustrasi orang yang jarang merasa dicintai sejak kecil (Geediting)

JawaPos.com - Pengalaman masa kecil memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang berpikir, bersikap, dan membangun hubungan di usia dewasa.

Rasa dicintai, dihargai, dan diterima sejak dini menjadi fondasi penting bagi kesehatan emosional seseorang di kemudian hari.

Dilansir dari laman Geediting, Minggu (27/12), tumbuh tanpa rasa cinta yang konsisten bukan tentang menyalahkan masa lalu, melainkan memahami pola yang terbentuk dan dampaknya pada kehidupan sekarang.

Berikut ini adalah sejumlah kebiasaan yang kerap muncul pada orang dewasa yang jarang merasa dicintai saat masih anak-anak.

1. Terus-menerus mencari validasi

Kurangnya kasih sayang di masa kecil sering membuat seseorang tumbuh dengan kebutuhan kuat akan pengakuan.

Di usia dewasa, hal ini bisa terlihat dari keinginan terus diyakinkan dalam hubungan, mengejar kesempurnaan untuk membuktikan diri, atau haus akan pujian di lingkungan kerja.

Validasi menjadi cara untuk merasa “cukup” dan layak dicintai. Memahami pola ini membantu kita melihat bahwa di baliknya ada kebutuhan emosional yang belum terpenuhi, bukan sekadar sikap berlebihan.

2. Sulit membangun hubungan yang dekat

Bagi sebagian orang, membuka diri dan menjadi rentan terasa sangat menakutkan. Pengalaman tidak dicintai membuat mereka membangun dinding emosional sebagai bentuk perlindungan diri.

Akibatnya, mereka cenderung memiliki banyak relasi dangkal, tetapi kesulitan menjalin hubungan yang benar-benar intim. Pola ini bukan kelemahan, melainkan mekanisme bertahan yang dulu pernah dibutuhkan.

3. Selalu waspada berlebihan (hypervigilance)

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan tidak aman sering mengembangkan kewaspadaan tinggi terhadap sekitar.

Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa, membuat mereka lebih sensitif terhadap ancaman, kritik, atau perubahan kecil.

Secara psikologis, ini menunjukkan betapa adaptifnya otak manusia dalam situasi sulit. Meski melelahkan, kewaspadaan ini juga mencerminkan daya tahan yang kuat.

4. Enggan menerima bantuan

Merasa tidak diperhatikan sejak kecil sering menumbuhkan keyakinan bahwa satu-satunya orang yang bisa diandalkan adalah diri sendiri.

Akibatnya, banyak orang dewasa dengan latar belakang ini sulit menerima bantuan, meski sebenarnya membutuhkannya.

Sikap mandiri yang ekstrem ini bukan karena sombong, melainkan karena takut kecewa. Pendekatan yang penuh empati dan tanpa memaksa dapat membantu membangun kembali rasa percaya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore