
seseorang yang cemas saat hidup berjalan terlalu baik./Freepik/jcomp
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, hidup yang berjalan lancar adalah hadiah. Namun bagi sebagian lainnya, justru menjadi sumber kegelisahan.
Saat semuanya tampak baik-baik saja—pekerjaan stabil, hubungan harmonis, kesehatan terjaga—alih-alih merasa tenang, ada suara kecil di kepala yang berbisik, “Ini terlalu baik untuk bertahan lama.”
Jika perasaan ini terdengar familiar, Anda tidak sendirian. Psikologi modern menjelaskan bahwa kecemasan semacam ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan refleksi dari pola kepribadian tertentu yang terbentuk dari pengalaman hidup, cara berpikir, dan mekanisme bertahan diri.
Orang-orang dengan ciri ini sering kali tampak kuat dari luar, namun menyimpan kewaspadaan berlebihan terhadap kebahagiaan itu sendiri.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (25/12), terdapat enam ciri kepribadian yang paling sering dimiliki oleh orang yang merasa cemas justru ketika hidup terasa terlalu baik.
1. Terbiasa Hidup dalam Mode “Waspada”
Orang dengan ciri ini sering tumbuh dalam lingkungan yang penuh ketidakpastian—entah secara emosional, finansial, atau relasional. Akibatnya, otak mereka terbiasa berada dalam mode siaga. Ketika hidup mulai stabil, sistem ini tidak otomatis mati.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan hypervigilance, yaitu kondisi di mana seseorang terus-menerus mengantisipasi ancaman, meski tidak ada tanda bahaya nyata. Hidup yang tenang terasa asing, bahkan mencurigakan.
Mereka bukan tidak bersyukur, tetapi pikiran mereka sudah terlatih untuk selalu bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
2. Memiliki Rasa Tanggung Jawab Emosional yang Tinggi
Ciri kedua adalah kecenderungan merasa bertanggung jawab atas segalanya—hasil, perasaan orang lain, bahkan hal-hal di luar kendali pribadi.
Ketika hidup berjalan baik, muncul tekanan internal untuk “menjaganya” agar tidak rusak.
Psikologi menyebut ini sebagai internal locus of control yang berlebihan. Orang dengan ciri ini merasa bahwa jika sesuatu buruk terjadi, itu pasti karena kelalaian mereka. Maka kebahagiaan bukan dinikmati, melainkan diawasi dengan cemas.
3. Sulit Mempercayai Stabilitas Jangka Panjang
Bagi mereka, kebahagiaan sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang sementara. Ada keyakinan bawah sadar bahwa setiap puncak pasti diikuti oleh penurunan tajam.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
